Akurat

Trump dan Starmer Teken Kesepakatan Teknologi Inggris - AS Senilai Ratusan Miliar Dolar

Petrus C. Vianney | 20 September 2025, 21:36 WIB
Trump dan Starmer Teken Kesepakatan Teknologi Inggris - AS Senilai Ratusan Miliar Dolar

 

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer resmi menandatangani Kesepakatan Kemakmuran Teknologi. Kesepakatan ini disebut sebagai terobosan besar dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Starmer menyebut perjanjian tersebut memecahkan rekor investasi antara Inggris dan AS. Ia mengungkapkan bahwa kesepakatan itu bernilai sekitar £250 miliar atau sekitar Rp5.598 triliun.

Fokus utama kerja sama ini ada pada sektor kecerdasan buatan (AI). Perusahaan besar seperti Nvidia, Nscale, OpenAI, Google dan Salesforce dipastikan menanamkan investasi yang akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru di Inggris.

Menurut Starmer, kesepakatan tersebut diperkirakan menciptakan hingga 15.000 pekerjaan. Ia menggambarkannya sebagai cetak biru untuk memenangkan era baru teknologi global.

Selain AI, perjanjian ini juga meliputi komitmen pada sektor energi. Inggris akan membangun 12 reaktor nuklir canggih di timur laut untuk meningkatkan pasokan energi sekaligus menekan biaya listrik rumah tangga.

Dikutip dari TIME, Jumat (19/9/2025), kesepakatan ini menjadi paket komersial terbesar dalam sejarah kunjungan kenegaraan Inggris. Microsoft, Google dan investor besar lain menggelontorkan miliaran dolar untuk pusat data, riset dan superkomputer.

Trump menegaskan bahwa bidang seperti komputasi kuantum, 6G dan energi nuklir sipil akan menjadi pilar kerja sama ini. Ia juga kembali menekankan pentingnya hubungan 'khusus' antara AS dan Inggris yang disebutnya tidak tergoyahkan.

Kesepakatan ini menyusul perjanjian perdagangan kedua negara yang diteken pada Mei lalu. Kala itu, Trump dan Starmer sepakat menghapus sejumlah tarif dagang, membuka akses pasar dan memperkuat kerja sama sektor pertanian, baja, serta industri penerbangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.