Hari Hiu Paus Internasional: Begini Cara Teknologi Satelit dan Drone Lindungi Satwa Laut

AKURAT.CO Setiap tanggal 30 Agustus, dunia memperingati Hari Hiu Paus Internasional atau International Whale Shark Day. Momen ini mengingatkan pentingnya melindungi hiu paus yang terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Hiu paus dikenal sebagai ikan terbesar di dunia dengan panjang tubuh mencapai belasan meter. Namun, populasinya terus menurun akibat perburuan, pencemaran laut dan dampak perubahan iklim.
Dalam upaya konservasi, para ilmuwan kini banyak mengandalkan teknologi modern. Satelit dan drone dipakai untuk memantau keberadaan hiu paus tanpa harus mengganggu habitat alaminya, sebagaimana dikutip dari trvst.world, Sabtu (30/8/2025).
Satelit membantu melacak pergerakan hiu paus secara real-time di lautan luas. Data yang terkumpul memudahkan ilmuwan memahami pola migrasi dan jalur penting yang harus dilindungi.
Selain itu, drone udara dan bawah laut juga berperan besar dalam penelitian. Alat ini bisa merekam foto maupun video hiu paus dari jarak aman, sehingga peneliti dapat mempelajari perilakunya tanpa menimbulkan stres pada hewan.
Teknologi drone juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi individu hiu paus. Pola bintik unik pada tubuh hewan ini berfungsi layaknya sidik jari manusia yang tidak dimiliki oleh hiu paus lain.
Kemajuan Artificial Intelligence (AI) semakin mempermudah pekerjaan peneliti. AI mampu menganalisis ribuan foto hiu paus yang diunggah wisatawan maupun penyelam ke basis data global hanya dalam hitungan detik.
Selain untuk riset, teknologi digital juga digunakan untuk kampanye edukasi. Media sosial menjadi sarana efektif menyebarkan informasi tentang ancaman perburuan liar, pencemaran, hingga perubahan iklim yang memengaruhi hiu paus.
Hari Hiu Paus Internasional membuktikan bahwa teknologi bukan hanya untuk manusia, tetapi juga bisa melindungi alam. Kolaborasi antara peneliti, pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat luas sangat penting agar hiu paus tetap lestari di samudra dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









