Akurat

Kemkomdigi Bentuk Tim Khusus Kawal Program Satu Data Indonesia

Petrus C. Vianney | 21 Agustus 2025, 18:15 WIB
Kemkomdigi Bentuk Tim Khusus Kawal Program Satu Data Indonesia

AKURAT.CO Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan keberhasilan program Satu Data Indonesia (SDI) bergantung pada integritas dan keterkinian data. Ia menilai kualitas data menjadi fondasi utama dalam pelaksanaannya.

Untuk menjaga mutu data, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membentuk tim internal khusus di tingkat nasional. Tim ini bertugas mengawal penyelenggaraan SDI agar tetap sesuai standar yang ditetapkan.

"Kami telah menyiapkan tim dari Kemkomdigi untuk memperkuat kinerja Satu Data Indonesia," kata Meutya dalam Rapat Dewan Pengarah SDI 2025 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Tim tersebut terdiri dari jajaran strategis, mulai dari Direktur Strategi dan Kebijakan Teknologi Pemerintahan Digital hingga Direktur Pengendalian Ruang Digital. Mereka akan bekerja dalam kelompok kerja yang fokus pada penguatan keamanan data.

Meutya menambahkan, keberadaan tim ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan, kualitas dan perlindungan data dalam SDI. Ia menekankan bahwa data harus mudah digunakan bersama, namun tetap mengutamakan perlindungan data pribadi.

"Data SDI harus terjamin kemudahan berbagi pakainya, serta harus menjunjung norma pelindungan data pribadi," ujarnya.

Selain itu, ia mendorong instansi pemerintah pusat maupun daerah yang mengelola data di SDI agar aktif melakukan pembaruan. Menurutnya, tanpa keterlibatan semua pihak, kualitas dan keakuratan data sulit terjaga.

"Peran aktif setiap instansi pusat maupun daerah dalam memperbarui data menjadi sangat krusial," tutur Meutya.

Ia menegaskan bahwa Kemkomdigi akan terus mendukung agar SDI dapat menjadi rujukan nasional yang kredibel. Program ini juga diharapkan bisa menjadi dasar transformasi digital pemerintahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.