Hadirkan Kecerdasan Buatan, Produsen Mainan Mattel Gandeng OpenAI, Barbie dan Hot Wheels, Kini Ditenagai

AKURAT.CO Perusahaan mainan Mattel resmi bekerja sama dengan OpenAI untuk menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam produk ikonik mereka. Barbie dan Hot Wheels akan menjadi produk pertama.
Lewat kemitraan ini, Mattel berupaya menghadirkan mainan interaktif yang lebih cerdas dan responsif. Mainan tersebut dirancang agar dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan preferensi anak.
Di balik layar, tim desain Mattel kini menggunakan AI generatif untuk mempercepat proses pembuatan karakter dan playset baru. Prototipe mainan juga diuji secara virtual sebelum diproduksi.
Tujuannya adalah menciptakan pengalaman bermain yang lebih personal bagi anak. Misalnya, Barbie dapat mengingat cerita favorit atau Hot Wheels bisa menyarankan aksi sesuai minat anak.
Namun, inovasi ini juga memicu kekhawatiran soal privasi. Pasalnya, Mattel pernah dikritik atas produk "Hello Barbie" yang merekam percakapan anak, sebagaimana dikutip dari PYMNTS, Selasa (1/7/2025).
Kini, perusahaan menegaskan bahwa keamanan dan perlindungan data menjadi fokus utama. Hal ini menjadi prioritas dalam kolaborasinya dengan OpenAI.
Meski detail teknis belum banyak diungkap, Mattel berjanji akan lebih transparan dan mematuhi standar privasi yang ketat. Hal ini penting, mengingat peran mainan yang semakin mirip teman digital anak di era AI.
Di sisi lain, mainan bertenaga AI juga dinilai bisa menjadi alat bantu belajar yang efektif. Beberapa pendidik melihat potensi untuk mendukung anak-anak belajar bahasa, menyusun cerita, hingga memecahkan masalah secara kreatif.
Namun, muncul kekhawatiran bahwa interaksi berbasis algoritma bisa membatasi ruang bermain bebas. Padahal, kebebasan ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Bagi Mattel, upaya ini menjadi taruhan besar. Jika sukses, mereka akan menjadi pelopor mainan interaktif masa depan. Namun jika gagal, bisa saja kehilangan kepercayaan dari keluarga yang menjadi target utamanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









