Akurat

Ilmuwan NASA Ungkap Cara Pohon Memprediksi Letusan Gunung Berapi

Leo Farhan | 22 Mei 2025, 20:50 WIB
Ilmuwan NASA Ungkap Cara Pohon Memprediksi Letusan Gunung Berapi

 

AKURAT.CO Ilmuwan NASA telah mengembangkan metode revolusioner untuk memprediksi letusan gunung berapi dengan memantau kesehatan vegetasi dari luar angkasa. Dengan memanfaatkan teknologi satelit dan sensor lingkungan canggih, para peneliti menemukan bahwa pohon menunjukkan respons yang dapat dideteksi terhadap emisi CO₂ vulkanik.

Hal ini memungkinkan identifikasi dini terhadap aktivitas vulkanik, menawarkan alat penting untuk meramalkan letusan. Dilansir dari Times of India, Metode ini diperkuat oleh data lapangan dari misi AVUELO Smithsonian Tropical Research Institute, yang memvalidasi temuan satelit.

Kemajuan ini secara signifikan meningkatkan sistem peringatan dini, terutama di daerah vulkanik yang terpencil atau sulit dijangkau, berpotensi menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko bencana. Integrasi citra satelit dengan pengamatan di lapangan memastikan peningkatan akurasi dalam mendeteksi aktivitas vulkanik.

Ketika magma naik di bawah permukaan bumi, ia melepaskan gas seperti karbon dioksida (CO₂). Meskipun sistem pemantauan gunung berapi yang ada umumnya bergantung pada aktivitas seismik, deformasi tanah, dan pengukuran gas di lokasi, mendeteksi pelepasan CO₂ tingkat rendah dari luar angkasa masih menjadi tantangan besar karena pengenceran atmosfer dan keterbatasan sensor.

Namun, para ilmuwan telah menemukan indikator biologis kunci: pohon. Tumbuhan, terutama pohon yang tumbuh di dekat gunung berapi aktif, dapat menyerap CO₂ vulkanik melalui akar. Penyerapan ini dapat menyebabkan daun yang tampak lebih hijau dan sehat akibat efek pemupukan dari peningkatan CO₂. Efek fisiologis ini dapat diukur menggunakan citra satelit, memberikan ukuran tidak langsung namun kuantitatif dari aktivitas vulkanik bawah permukaan.

Proyek AVUELO, bersama dengan satelit Landsat 8 NASA dan sensor udara, telah menunjukkan potensi analisis spektral untuk melacak perubahan tanaman di seluruh area vulkanik yang luas dan terkadang sulit dijangkau. Dengan memetakan perubahan indeks vegetasi seperti Indeks Vegetasi Perbedaan Normal (NDVI), peneliti dapat mendeteksi wilayah di mana kesehatan pohon meningkat secara anomali, yang mungkin terkait dengan emisi gas vulkanik yang bersamaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.