Akurat

Sisi Jauh Bulan Ternyata Lebih Dingin dari yang Diduga

Petrus C. Vianney | 2 Oktober 2025, 19:38 WIB
Sisi Jauh Bulan Ternyata Lebih Dingin dari yang Diduga

 

AKURAT.CO Sampel terbaru dari misi Chang'e 6 Tiongkok mengungkap bahwa sisi jauh Bulan lebih dingin dibanding sisi dekat yang terlihat dari Bumi. Fragmen ini dikumpulkan pada Juni 2024 dari kawah di Cekungan Kutub Selatan-Aitken.

Analisis menunjukkan batuan sisi jauh mengkristal pada suhu sekitar 100 derajat celcius lebih rendah daripada sampel sisi dekat yang dibawa misi Apollo NASA. Perbedaan ini memberikan bukti nyata bahwa Bulan memiliki 'dua wajah' hingga ke bagian dalamnya.

Sisi dekat Bulan dikenal memiliki permukaan lebih halus dengan dataran vulkanik luas, sementara sisi jauh lebih bergunung-gunung, berkawah dan jarang lava. Temuan baru ini menunjukkan perbedaan tersebut tidak hanya di permukaan, tetapi juga di lapisan interior Bulan.

Dikutip dari Space, Rabu (1/10/2025), batuan Chang'e 6 diperkirakan berusia 2,8 miliar tahun dan terbentuk dari magma pada suhu 1.100 derajat celcius. Suhu ini menunjukkan sisi jauh lebih dingin dibanding sisi dekat, yang lebih aktif secara vulkanik.

Sisi jauh Bulan diduga mengandung lebih sedikit elemen penghasil panas seperti uranium, torium, kalium dan fosfor, yang dikenal dengan sebutan KREEP. Elemen ini melepaskan panas melalui peluruhan radioaktif, sehingga sisi dekat tetap lebih hangat.

Asal-usul ketidakseimbangan ini masih menjadi misteri. Beberapa teori menyebut tabrakan asteroid raksasa, gabungan Bulan dengan 'saudara kembarnya' atau pengaruh gravitasi Bumi yang mengubah distribusi elemen.

Para peneliti menegaskan bahwa perbedaan antara sisi dekat dan jauh tidak hanya di permukaan, tetapi juga masuk jauh ke interior Bulan. Perbedaan termal ini diyakini telah bertahan miliaran tahun dan memengaruhi lanskap Bulan yang kita kenal saat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.