Tarif dan Biaya Produksi Melonjak, Harga GPU Nvidia Naik hingga 15 Persen

AKURAT.CO Nvidia dilaporkan menaikkan harga GPU sebesar 10-15 persen. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan biaya produksi dan dampak dari tarif perdagangan.
Kenaikan ini berlaku untuk hampir semua produk Nvidia. Kartu grafis gaming mengalami kenaikan harga sebesar 5-10 persen, sementara GPU AI naik hingga 15 persen.
Nvidia sedang menghadapi sejumlah tantangan besar. Salah satunya adalah larangan ekspor chip AI ke China yang menyebabkan kerugian pendapatan sebesar USD 5,5 miliar (sekitar Rp90,9 triliun).
Dikutip dari Tom's Hardware, Kamis (15/5/2025), CEO Nvidia, Jensen Huang, disebut bolak-balik antara Amerika Serikat dan China. Upaya ini dilakukan untuk meredam dampak tarif yang memengaruhi bisnis perusahaan.
Kenaikan harga juga disebabkan pemindahan produksi chip Blackwell ke pabrik TSMC di AS, yang menaikkan biaya produksi. Mitra Nvidia pun menyesuaikan harga jual produk mereka.
Meski harga mengalami kenaikan, Nvidia diperkirakan tetap mencatatkan keuntungan. Hal ini didorong oleh tingginya permintaan chip AI di luar China serta meningkatnya belanja dari penyedia layanan cloud.
Harga mungkin turun jika kesepakatan perdagangan baru antara AS dan China yang memangkas tarif hingga 115 persen berhasil. Namun, penurunan harga tersebut kemungkinan tidak terjadi dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









