Akurat

Berisiko, Apple Nekat Siapkan Desain Ulang Besar-besaran di iOS 19

Petrus C. Vianney | 18 Maret 2025, 22:00 WIB
Berisiko, Apple Nekat Siapkan Desain Ulang Besar-besaran di iOS 19

AKURAT.CO Apple dikabarkan akan menghadirkan perubahan visual terbesar pada iPhone dalam lebih dari satu dekade melalui iOS 19. Langkah ini dianggap berisiko, tetapi bisa memberikan keuntungan besar bagi perusahaan.

Terakhir kali Apple melakukan perubahan besar pada tampilan iOS adalah saat merilis iOS 7 pada 2013. Saat itu, desain baru memicu antusiasme, tetapi juga banyak kritik, terutama karena mengutamakan estetika dibanding fungsionalitas.

Kini, dengan miliaran pengguna iPhone di seluruh dunia, setiap perubahan besar pada iOS bisa berdampak luas. Jika iOS 19 dianggap membingungkan atau tidak nyaman digunakan, hal ini berpotensi merugikan reputasi dan bisnis Apple.

Mengapa Risiko Ini Sepadan?

Dikutip dari 9To5Mac, Minggu (16/3/2025), ada dua alasan utama mengapa Apple mungkin berani mengambil risiko dengan desain ulang iOS 19:

1. Mengalihkan perhatian dari kelemahan AI
Perubahan visual yang menarik dapat menjadi strategi Apple untuk mengalihkan perhatian dari tantangan yang dihadapi Siri dan teknologi AI. Bagi pengguna, tampilan baru bisa lebih menarik daripada peningkatan fitur berbasis kecerdasan buatan.

2. Kebutuhan untuk inovasi
Jika Apple terlalu takut mengubah tampilan iOS, hal ini bisa menghambat inovasi di masa depan. iPhone mungkin masih dominan saat ini, tetapi tanpa pembaruan yang signifikan, ada kemungkinan perangkat lain akan mengambil alih perannya.

Selama bertahun-tahun, Apple lebih memilih perubahan bertahap, seperti yang terlihat pada iOS 18 dengan pembaruan aplikasi Foto.

Namun, jika rumor benar, tampaknya Apple kini siap untuk melakukan transformasi besar pada iOS 19.

Setelah sekian lama iOS mempertahankan tampilan yang serupa, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk perubahan besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.