Pengguna iPhone dan iPad Diminta Segera Update iOS 26.2 Usai Ditemukan Celah Keamanan Berbahaya

AKURAT.CO Pengguna iPhone dan iPad diminta segera memperbarui perangkat ke iOS 26.2 terbaru. Hal ini dilakukan menyusul peringatan keamanan terkait celah serius yang dimanfaatkan dalam serangan siber.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Tim Tanggap Darurat Siber Singapura (SingCert). Lembaga ini menyoroti risiko keamanan pada versi iOS sebelumnya yang berpotensi membahayakan pengguna.
Dalam advis tertanggal 14 Desember, SingCert di bawah Badan Keamanan Siber Singapura (CSA) menyatakan Apple telah mengetahui kerentanan tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan pengguna di Singapura yang terdampak langsung.
Apple meluncurkan iOS 26.2 pada 12 Desember dengan membawa perbaikan lebih dari 20 celah keamanan. Pembaruan ini mencakup dua kerentanan zero-day yang telah dimanfaatkan dalam serangan nyata.
Dua celah tersebut ditemukan pada WebKit, mesin peramban milik Apple. WebKit menjadi fondasi Safari di iOS, iPadOS dan macOS.
Apple mencatat kerentanan itu sebagai CVE-2025-43529 dan CVE-2025-14174. Celah tersebut membuat eksekusi kode dapat berbahaya jarak jauh serta memicu kerusakan memori saat membuka konten web berbahaya, sebagaimana dikutip dari laman resminya, Selasa (30/12/2025).
Masalah keamanan ini berdampak pada berbagai perangkat Apple. Model yang terpengaruh mencakup iPhone 11 ke atas serta sejumlah varian iPad generasi terbaru.
Perangkat iPad yang terdampak meliputi iPad Pro 12,9 inci generasi ketiga ke atas dan iPad Pro 11 inci generasi pertama ke atas. Selain itu, iPad Air generasi ketiga, iPad generasi kedelapan dan iPad mini generasi kelima juga masuk dalam daftar.
Salah satu pendiri Keeper Security, Darren Guccione, menilai WebKit sering menjadi sasaran utama serangan siber. Hal ini karena perannya yang sangat penting dalam sistem Apple.
Menurut Guccione, WebKit berada di titik pertemuan antara konten web dan sistem operasi. Posisi tersebut membuatnya menjadi target bernilai tinggi bagi penyerang.
Apple merilis iOS 26.2 setelah mengirim peringatan spyware kepada pengguna di sekitar 150 negara. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman keamanan.
Selain menutup dua celah zero-day, pembaruan ini memperbaiki berbagai risiko lain. Di antaranya adalah akses ilegal ke album foto tersembunyi dan pencurian token pembayaran.
Guccione menegaskan pentingnya segera memperbarui sistem perangkat. Ia juga menyarankan penggunaan kata sandi kuat, autentikasi multi-faktor, serta kewaspadaan terhadap phishing sebagai langkah dasar keamanan digital.
"Memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara teratur adalah salah satu cara paling sederhana namun paling efektif untuk melindungi dari kompromi," ujar Guccione, dikutip dari The Straits Times.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









