Akurat

Sejarah DeepSeek, Chatbot AI China yang Mengguncang Industri Teknologi

Petrus C. Vianney | 13 Maret 2025, 18:44 WIB
Sejarah DeepSeek, Chatbot AI China yang Mengguncang Industri Teknologi

AKURAT.CO DeepSeek menjadi sorotan setelah aplikasinya menduduki puncak Apple App Store dan Google Play. Keberhasilan ini memicu pertanyaan analis teknologi dan investor tentang dominasi Amerika Serikat (AS) di industri kecerdasan buatan (AI) serta dampaknya pada permintaan chip AI.

DeepSeek didirikan oleh High-Flyer Capital Management, sebuah dana lindung nilai kuantitatif asal Tiongkok yang memanfaatkan AI dalam strategi perdagangannya.

Perusahaan ini didirikan oleh Liang Wenfeng pada tahun 2015 dan mulai berfokus pada pengembangan AI sejak 2019.

Pada 2023, High-Flyer mendirikan DeepSeek sebagai laboratorium penelitian AI yang terpisah dari bisnis keuangannya. Namun, seperti banyak perusahaan AI di China, DeepSeek menghadapi hambatan akibat larangan ekspor perangkat keras AS.

DeepSeek melatih modelnya dengan chip Nvidia H800, versi lebih lemah dari H100 yang digunakan perusahaan AS. Penggunaan chip ini menunjukkan keterbatasan akses teknologi bagi perusahaan di luar AS.

Tim DeepSeek didominasi oleh para peneliti muda, termasuk lulusan doktoral dari universitas ternama di Tiongkok. Mereka juga merekrut individu di luar bidang ilmu komputer untuk memperkaya teknologi AI mereka dalam memahami berbagai subjek.

Model AI DeepSeek

DeepSeek merilis model AI pertamanya pada November 2023, termasuk DeepSeek Coder, DeepSeek LLM dan DeepSeek Chat. Gebrakan besar terjadi saat mereka meluncurkan DeepSeek-V2 pada musim semi 2024, dengan kinerja tinggi dan biaya lebih rendah.

DeepSeek-V3 diluncurkan pada Desember 2024 dengan performa lebih unggul dari Llama Meta dan GPT-4o OpenAI. Keunggulan ini didasarkan pada pengujian internal perusahaan.

Model DeepSeek R1, yang dirilis pada Januari 2025, unggul dalam penalaran karena mampu memverifikasi jawabannya sendiri. Kemampuan ini membuatnya lebih andal dalam sains dan matematika.

Namun, AI DeepSeek mengikuti regulasi ketat pemerintah China yang membatasi responsnya pada topik sensitif. Batasan ini mencakup isu seperti Lapangan Tiananmen dan otonomi Taiwan.

Dampak dan Tantangan DeepSeek

DeepSeek menerapkan strategi harga yang sangat kompetitif, bahkan menyediakan beberapa layanannya secara gratis. Hal ini memicu persaingan sengit di industri AI, memaksa perusahaan besar seperti ByteDance dan Alibaba untuk menurunkan harga layanan mereka.

Meski bukan sepenuhnya open-source, DeepSeek menawarkan lisensi untuk penggunaan komersial. Ini mendorong pengembang menciptakan lebih dari 500 model turunan di Hugging Face dengan 2,5 juta unduhan.

Keberhasilan DeepSeek memengaruhi industri chip AI, dengan saham Nvidia turun 18 persen pada Januari 2025 karena persaingan ketat. Microsoft memasukkan DeepSeek ke Azure AI Foundry, sementara CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan AI tetap jadi prioritas strategis.

Namun, tidak semua pihak menyambut DeepSeek dengan tangan terbuka. Beberapa negara, termasuk Korea Selatan, serta pemerintah New York, telah melarang penggunaannya pada perangkat resmi.

Dikutip dari TechCrunch, Kamis (13/3/2025), pemerintah AS juga mempertimbangkan langkah serupa, dengan alasan keamanan nasional.

Meskipun DeepSeek terus mengembangkan teknologi AI, masa depannya masih belum pasti di tengah meningkatnya pengawasan dari regulator global.

Dengan potensi pelarangan di AS dan persaingan ketat dari raksasa AI lainnya, langkah DeepSeek selanjutnya akan sangat menentukan keberlanjutannya di pasar internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.