Akurat

Microsoft Hentikan Skype pada Mei 2025, Fokus pada Microsoft Teams

Petrus C. Vianney | 4 Maret 2025, 19:23 WIB
Microsoft Hentikan Skype pada Mei 2025, Fokus pada Microsoft Teams

AKURAT.CO Microsoft akan menghentikan layanan Skype pada Mei 2025 setelah hampir 14 tahun sejak mengakuisisinya seharga $8,5 miliar (sekitar Rp140 triliun).

Langkah ini diambil untuk memfokuskan perusahaan pada Microsoft Teams, platform komunikasi dan kolaborasi modern yang kini banyak digunakan di tempat kerja, sekolah dan rumah.

"Kami akan menghentikan Skype pada Mei 2025 untuk fokus pada Microsoft Teams (gratis), pusat komunikasi dan kolaborasi modern kami," ujar Jeff Teper, selaku Presiden Aplikasi dan Platform Kolaboratif di Redmond, dikutip dari Cbsnews, Sabtu (1/3/2025).

Microsoft berharap pengguna Skype beralih ke Teams yang menawarkan fitur komunikasi lebih lengkap dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Skype pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 oleh Niklas Zennstrom dan Janus Friis.

Pada tahun 2011, Microsoft mengakuisisi Skype dan menjadikannya platform komunikasi unggulan setelah menghentikan layanan Messenger pada akhir 2012.

Namun, seiring berkembangnya kompetitor seperti FaceTime, WhatsApp dan Zoom, popularitas Skype menurun drastis.

Saat pertama kali dibeli oleh Microsoft, Skype memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif bulanan. Jumlah tersebut sempat meningkat menjadi lebih dari 300 juta pada tahun 2016, namun menyusut menjadi hanya 36 juta pada tahun 2023.

Pengguna Skype saat ini akan dapat beralih ke Microsoft Teams dengan mudah tanpa perlu membuat akun baru. Riwayat pesan, obrolan grup dan kontak akan tersedia di Teams.

Pengguna juga dapat memilih untuk mengekspor data ke aplikasi lain jika diperlukan.

Skype akan tetap dapat digunakan hingga 5 Mei 2025, memberikan waktu bagi pengguna untuk beralih ke Microsoft Teams atau platform komunikasi lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.