Akurat

Tak Gentar Ditantang DeepSeek, Microsoft dan Meta Masih Gencar Investasi di AI

Petrus C. Vianney | 5 Februari 2025, 15:36 WIB
Tak Gentar Ditantang DeepSeek, Microsoft dan Meta Masih Gencar Investasi di AI

AKURAT.CO Microsoft dan Meta tetap berkomitmen menggelontorkan dana besar untuk kecerdasan buatan (AI), meskipun startup asal China, DeepSeek, menunjukkan bahwa teknologi AI dapat dikembangkan dengan biaya lebih rendah.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa investasi besar dalam infrastruktur AI akan menjadi keuntungan strategis jangka panjang.

"Berinvestasi sangat banyak dalam pengeluaran modal dan infrastruktur akan menjadi keuntungan strategis dari waktu ke waktu," ujarnya, dikutip dari Reuters, Minggu (2/2/2025).

Hal senada disampaikan CEO Microsoft, Satya Nadella, yang menilai bahwa pengeluaran besar diperlukan untuk mengatasi kendala kapasitas dalam pengembangan AI.

"Ketika AI menjadi lebih efisien dan mudah diakses, kita akan melihat permintaan yang lebih banyak secara eksponensial," tambah Satya.

Microsoft telah mengalokasikan dana hingga $80 miliar (sekitar Rp1.292 triliun) untuk AI di tahun fiskal ini, sementara Meta berencana menginvestasikan hingga $65 miliar (sekitar Rp1.049 triliun).

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan DeepSeek yang hanya menghabiskan sekitar $6 juta (sekitar Rp96 miliar) untuk mengembangkan model AI mereka.

Namun, investor mulai mempertanyakan efektivitas pengeluaran besar ini.

Saham Microsoft turun 6 persen setelah perusahaan memprediksi pertumbuhan bisnis cloud Azure akan meleset dari target.

Sementara itu, Meta mengalami kenaikan saham lebih dari 4 persen setelah melaporkan kinerja kuartal keempat yang kuat, meski proyeksi penjualan kuartal pertama tampak kurang optimis.

CFO Microsoft, Amy Hood, menyatakan bahwa pengeluaran modal di kuartal ketiga dan keempat akan tetap di angka $22,6 miliar (sekitar Rp364,15 triliun), dengan pertumbuhan investasi yang lebih moderat pada tahun fiskal 2026.

"Pada tahun fiskal 2026, kami berharap untuk terus berinvestasi melawan sinyal permintaan yang kuat. Namun, tingkat pertumbuhan akan lebih rendah dari fiskal 2025 (yang berakhir pada bulan Juni)," katanya.

Analis menilai bahwa perusahaan-perusahaan besar AI perlu mulai menunjukkan model monetisasi yang jelas untuk investasi besar yang telah dilakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.