Microsoft Siap Investasikan Rp1,2 Triliun pada Pusat Data AI pada 2025

AKURAT.CO Microsoft mengumumkan rencana besar untuk mengalokasikan investasi senilai $80 miliar (sekitar Rp1.240 triliun) dalam pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) sepanjang paruh pertama tahun fiskal 2025, yang berakhir pada 30 Juni 2025.
Dalam sebuah blog, Wakil Ketua dan Presiden Microsoft, Brad Smith, menyebut peluang ini sebagai momen penting sejak era elektrifikasi. Ia menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi di berbagai sektor.
Lebih dari separuh investasi tersebut akan diarahkan ke Amerika Serikat, dengan fokus pada pelatihan model AI, pengembangan aplikasi berbasis cloud dan mendukung berbagai sektor seperti pemasok chip, perusahaan aplikasi, hingga produsen material.
Microsoft juga menekankan komitmennya untuk meningkatkan keterampilan warga Amerika melalui pelatihan AI. Perusahaan menargetkan melatih 2,5 juta siswa, pekerja dan komunitas lokal hingga 2025.
Program peningkatan keterampilan ini diintegrasikan dengan pembukaan pusat data baru, yang sering disertai pelatihan bagi komunitas sekitar.
Selain fokus dalam negeri, Microsoft juga menyiapkan strategi untuk menjaga posisi AS di puncak teknologi AI.
Dikutip dari Techradar.com, Selasa (7/1/2025), Brad Smith menyoroti tekanan dari upaya China untuk menjadi pemimpin AI, sehingga diperlukan kerja sama erat dengan negara-negara sekutu.
Di tahun 2024, Microsoft telah berkomitmen menginvestasikan lebih dari $35 miliar (sekitar Rp542,5 triliun) di 14 negara untuk membangun infrastruktur AI dan cloud.
Hal ini menegaskan peran strategis perusahaan dalam mempertahankan dominasi AS dalam teknologi AI.
"Kunci untuk masa depan adalah menyatukan yang terbaik dari apa yang dapat kita tawarkan di seluruh masyarakat Amerika, dari seluruh sektor swasta kita, institusi pendidikan dan nirlaba dan pemerintah," ujar Smith.
Microsoft, menurutnya, siap menjadi bagian penting dalam upaya ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









