Samsung Kenalkan Teknologi Pendinginan Hibrida AI pada Kulkas Terbarunya di CES 2025

AKURAT.CO Samsung telah mengumumkan peluncuran kulkas inovatif dengan teknologi 'Pendinginan Hibrida AI' yang akan dipamerkan di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2025 pada Januari mendatang.
Teknologi ini dirancang untuk memberikan pendinginan yang lebih efisien dan presisi dibandingkan kulkas tradisional, berkat kombinasi algoritma AI dan sistem termal canggih.
Kulkas terbaru Samsung menggabungkan kompresor konvensional dengan modul Peltier berbasis semikonduktor.
Modul Peltier berperan penting dalam mempercepat pendinginan, terutama saat menyimpan makanan panas, memuat bahan dalam jumlah besar, atau ketika suhu internal meningkat.
Dalam kondisi normal, kulkas sepenuhnya bergantung pada kompresor inverter bertenaga AI, yang mengonsumsi energi lebih sedikit dan secara otomatis menyesuaikan kecepatan untuk efisiensi maksimal.
Fitur lain yang menarik adalah kemampuan modul Peltier untuk mengatur suhu dengan presisi tinggi, termasuk fungsi pemanasan.
Teknologi Hybrid Precise Cooling pada kulkas ini juga mampu mengurangi fluktuasi suhu selama siklus pencairan otomatis, sehingga makanan tetap segar lebih lama.
Misalnya, kesegaran daging dan salmon dapat bertahan hingga masing-masing 40 persen dan 20 persen lebih lama.
Prototipe kulkas ini memiliki kapasitas 900 liter dengan tambahan ruang penyimpanan 25 liter berkat modul Peltier.
Dikutip dari Gizmochina.com, Rabu (25/12/2024), desainnya membuat rak yang lebih dalam, meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 13,8 persen.
Pengguna bahkan dapat menyimpan lebih banyak minuman dibandingkan kulkas tradisional, menawarkan kenyamanan ekstra.
Kulkas terbaru Samsung juga memenuhi standar efisiensi energi tertinggi dengan sertifikasi Energy Star.
Model produksi massal, RM80F23VM, dijadwalkan rilis pada 2025, menjadikannya pilihan bagi konsumen yang mengutamakan keberlanjutan dan efisiensi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









