Pakar IT Cyber Mas Ghif: AI Bisa Bahayakan Nyawa Jika Disalahgunakan di Medsos

AKURAT.CO Pakar IT cyber propaganda, Mas Ghif, dengan nama lengkapnya Ahmad Alghifari mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi bahaya kecerdasan buatan (AI) di media sosial jika digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam sebuah wawancara, Mas Ghif menyoroti bahwa meskipun AI memiliki banyak manfaat, teknologi ini juga dapat membahayakan nyawa seseorang jika jatuh ke tangan yang salah.
Menurut Mas Ghif, AI yang digunakan secara negatif dapat menghasilkan konten yang menyesatkan atau manipulatif, mulai dari penyebaran berita palsu hingga konten deepfake yang dapat menghancurkan reputasi seseorang dalam hitungan detik.
“Jika AI digunakan untuk membuat hoaks atau memanipulasi informasi sensitif, itu bisa berdampak serius. Di beberapa kasus, hoaks yang ditujukan kepada individu dapat memicu ancaman nyata bagi keselamatan mereka,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).
Mas Ghif mencontohkan bagaimana teknologi AI bisa membuat deepfake yang sangat meyakinkan. Konten palsu yang tampak asli ini berpotensi memicu konflik atau fitnah yang sulit dibedakan dari kenyataan, terutama di media sosial di mana informasi menyebar dengan cepat.
Baca Juga: Meta Rilis Model AI Llama yang Lebih Ringan untuk Ponsel Android Hemat Memori
“Bayangkan jika deepfake digunakan untuk menciptakan konten yang menampilkan seseorang sedang melakukan tindakan kriminal atau menyebarkan pesan provokatif—ini bisa merusak nama baik dan memicu ancaman nyata bagi korban,” tambah Mas Ghif.
Ia juga menyoroti tantangan dalam menangkal konten berbahaya yang diciptakan oleh AI. Algoritma yang terus berkembang memungkinkan AI untuk menyebarkan informasi palsu dalam skala besar dan menjangkau banyak orang dalam waktu singkat.
Karena itu, Mas Ghif menekankan pentingnya regulasi yang lebih ketat untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta pengembangan teknologi keamanan yang mampu mengidentifikasi dan memblokir konten palsu.
Di tengah kekhawatiran ini, Mas Ghif berharap masyarakat juga semakin sadar dan kritis terhadap konten yang mereka lihat di media sosial.
"Kita semua harus lebih teliti, terutama dalam memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. AI adalah teknologi yang kuat, tetapi seperti pisau bermata dua, ia bisa melukai jika disalahgunakan," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









