OpenAI Rilis Model o1 yang Diklaim Lebih Canggih dari GPT-4 dalam Pecahkan Masalah

AKURAT.CO OpenAI telah meluncurkan model AI terbaru bernama o1, yang diklaim mampu memecahkan masalah kompleks melalui metode 'chain of thought'.
Model ini diharapkan lebih unggul dibandingkan model AI sebelumnya, termasuk GPT-4, dalam menyelesaikan tugas-tugas menantang di bidang fisika, kimia, biologi, matematika dan pemrograman.
Dalam pengujian, OpenAI melaporkan bahwa model o1 mampu menyelesaikan 83 persen soal di Olimpiade Matematika Internasional (IMO), jauh lebih baik dibandingkan GPT-4 yang hanya mencapai 13 persen.
Dikutip dari Euronews.com, Jumat (13/9/2024), meskipun performanya impresif, model o1 masih memiliki beberapa kelemahan.
OpenAI mengungkapkan bahwa model ini belum dilengkapi dengan fitur-fitur seperti kemampuan menjelajah internet, mengunggah file, atau menganalisis gambar, yang sementara dinonaktifkan. Selain itu, biaya penggunaan o1 jauh lebih tinggi dibandingkan GPT-4.
Harga untuk o1-preview mencapai $15 (sekitar Rp 231 ribuan) per 1 juta token input dan $60 (sekitar Rp 924 ribuan) per 1 juta token output, yang berarti sekitar tiga hingga empat kali lebih mahal dari model sebelumnya.
Meski demikian, OpenAI berencana untuk merilis versi o1-mini yang lebih terjangkau dan akan tersedia untuk pengguna ChatGPT gratis di masa mendatang.
Keunggulan utama model o1 terletak pada kemampuannya menggunakan metode 'chain of thought' dalam memecahkan masalah, di mana model berpikir secara bertahap sebelum memberikan jawaban.
Meskipun OpenAI tidak secara rinci menjelaskan mekanisme metode ini, model o1 dirancang untuk meniru cara manusia berpikir ketika menghadapi pertanyaan yang sulit.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keamanan AI, OpenAI juga telah bekerja sama dengan Institut Keamanan AI di AS dan Inggris, memberikan akses awal terhadap model o1 kepada lembaga-lembaga ini sebelum dirilis untuk publik.
Meski masih dalam tahap awal, model o1 menawarkan potensi besar untuk pengembangan AI di masa depan, meskipun pengguna harus menunggu untuk melihat perbaikan lebih lanjut terkait kekurangannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









