Akurat

Microsoft Komitmen Berikan Pelatihan AI untuk 840 Ribu Orang di Indonesia

Petrus C. Vianney | 1 Mei 2024, 10:55 WIB
Microsoft Komitmen Berikan Pelatihan AI untuk 840 Ribu Orang di Indonesia

 

AKURAT.CO Microsoft telah mengumumkan rencananya untuk memberikan pelatihan keterampilan kecerdasan buatan (AI) kepada 840.000 individu di Indonesia. Program ini diharapkan dapat terwujud di tahun 2025.

"Saat ini, tujuan kami adalah memberikan dukungan kepada sebanyak mungkin individu dan lembaga di Indonesia agar dapat memanfaatkan kemajuan AI yang sedang berkembang pesat," ujar Satya Nadella selaku Chairman and CEO Microsoft, saat acara Microsoft Build di Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Pelatihan AI ini merupakan bagian dari upaya Microsoft untuk melatih sumber daya manusia (SDM) di Asia Tenggara, dengan target total mencapai 2,5 juta orang pada tahun 2025. Indonesia sendiri diharapkan dapat menyumbangkan sekitar 34 persen dari jumlah tersebut.

Program pelatihan akan ditujukan kepada berbagai kelompok SDM, termasuk siswa dengan latar belakang pendidikan teknis dan kejuruan melalui program AI TEACH for Indonesia, perempuan yang tertarik membangun karier di bidang keamanan siber melalui program Ready4AI&Security, serta generasi muda dari komunitas yang kurang terlayani dan kurang terwakili.

Selain itu, karyawan organisasi nirlaba yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang AI dan teknologi digital juga akan menjadi sasaran program pelatihan.

Selain pelatihan langsung, Microsoft juga memberikan dukungan kepada komunitas pengembang di Indonesia melalui program AI Odyssey. Program ini telah dimulai sejak 7 Februari dan akan berlangsung hingga 25 Juni 2024.

Sebagai contoh, program 'AI Odyssey' telah mencapai sekitar 30.000 pengembang di Asia Tenggara, dengan sekitar 10.000 di antaranya berasal dari Indonesia.

Dengan komitmen ini, Microsoft berharap dapat membantu Indonesia dalam meningkatkan keterampilan AI serta mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan dalam era digital yang semakin berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.