Microsoft Kena Tegur Bawahan Joe Biden karena Keamanan yang Buruk

AKURAT.CO Dewan Peninjau Keamanan Siber yang ditunjuk oleh administrasi Presiden Joe Biden mengeluarkan laporan yang menyoroti kelemahan keamanan Microsoft dan tanggapannya yang kurang memuaskan terhadap peretasan Cina.
Dalam laporan 34 halaman, dewan menemukan bahwa praktik keamanan siber yang buruk dan kurangnya transparansi telah memungkinkan peretas Cina yang didukung negara untuk membobol akun email pejabat senior AS, termasuk Sekretaris Perdagangan Gina Raimondo.
Dikutip dari Apnews.com, Minggu (7/4/2024), peretasan ini terjadi pada bulan Mei dan terungkap pada bulan Juni, menimbulkan keprihatinan serius tentang keamanan nasional.
Dewan mengkritik kekurangpahaman Microsoft tentang serangan yang ditujukan kepadanya, menyerukan perubahan budaya yang cepat dalam penanganan keamanan. Mereka juga mendorong penundaan penambahan fitur baru hingga langkah-langkah keamanan yang substansial diimplementasikan.
CEO dan dewan Microsoft didorong untuk memprioritaskan reformasi keamanan dan berbagi rencana yang jelas dengan publik. Microsoft merespons laporan ini dengan berjanji untuk memperkuat sistem keamanannya dan meningkatkan deteksi serta penolakan serangan siber.
Laporan juga menyoroti peretasan terpisah yang melibatkan peretas Rusia yang didukung negara, menegaskan perlunya investasi yang lebih besar dalam keamanan perusahaan dan manajemen risiko yang ketat.
Microsoft mengakui perlunya adopsi budaya keamanan baru dan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan keamanan jaringannya. Perusahaan ini mengakui bahwa para peretas yang terlibat memiliki sumber daya yang kuat dan beroperasi secara terus-menerus tanpa hambatan yang signifikan.
Laporan ini mencatat bahwa peretas Cina yang terlibat dalam serangan ini telah terlibat dalam kegiatan serupa sejak 2009, menargetkan perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Yahoo dan Morgan Stanley. Peretasan ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan langkah-langkah keamanan yang lebih kuat di seluruh industri teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









