Akurat

20 Raksasa Teknologi Kerja Sama Lawan AI yang Curangi Pemilu

Petrus C. Vianney | 19 Februari 2024, 14:16 WIB
20 Raksasa Teknologi Kerja Sama Lawan AI yang Curangi Pemilu

AKURAT.CO - Perusahaan teknologi terkemuka seperti Amazon, Google dan Microsoft telah mengambil langkah besar dalam mengatasi masalah kecerdasan buatan (AI) yang menipu dalam Pemilu.

Dalam upaya untuk melawan konten yang menyesatkan pemilih, 20 perusahaan telah sepakat untuk bekerja sama menggunakan teknologi guna mendeteksi dan menangkal material tersebut.

Kesepakatan ini, yang diumumkan dalam Konferensi Keamanan Munich, menyoroti pentingnya mengatasi masalah ini karena jutaan orang di AS, Inggris, India dan negara lain akan memberikan suara mereka tahun ini.

Perusahaan-perusahaan tersebut berkomitmen untuk mengembangkan teknologi yang dapat mengurangi risiko konten pemilu yang menipu yang dihasilkan oleh AI, serta untuk memberikan transparansi kepada publik tentang tindakan yang diambil.

Dikutip dari Bbc.com, Minggu (18/02/2024), langkah-langkah lainnya termasuk berbagi praktik terbaik dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali konten yang dimanipulasi.

Meskipun demikian, beberapa ahli, termasuk Dr. Deepak Padmanabhan dari Queen's University Belfast, menyoroti kekurangan perjanjian tersebut. Mereka berpendapat bahwa tindakan proaktif lebih diperlukan daripada reaktif dalam menghapus konten yang menyesatkan.

Para penandatangan perjanjian akan memfokuskan upaya mereka pada konten yang memalsukan tokoh-tokoh penting dalam pemilu, serta mengatasi disinformasi melalui audio, gambar, atau video yang memberikan informasi palsu kepada pemilih.

Kebijakan baru ini diumumkan setelah Google dan Meta menetapkan aturan terkait gambar dan video yang dihasilkan oleh AI dalam iklan politik, dengan persyaratan pengiklan melaporkan penggunaan deepfake atau konten yang dimanipulasi oleh AI.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.