Akurat

Daftar Startup yang Tutup Selama 2023, Ada JD.ID, Rumahcom Hingga Pegipegi

Fahri Hilmi | 20 Desember 2023, 17:20 WIB
Daftar Startup yang Tutup Selama 2023, Ada JD.ID, Rumahcom Hingga Pegipegi

AKURAT.CO - Tutupnya aplikasi Online Travel Agent (OTA) atau aplikasi daring untuk layanan biro perjalanan, Pegipegi, secara resmi pada Senin, (11/12/2023) lalu, kembali menambah daftar panjang dari sejumlah platform Indonesia yang menghentikan operasionalnya di tahun 2023.

Melalui akun Instagram resminya, @pegipegi, aplikasi yang telah berdiri selama 12 tahun lamanya tersebut menyampaikan pengumuman penutupan resmi layanannya serta sejumlah informasi penting lain kepada para pelanggan setianya.

“Hampir genap 12 tahun menjadi solusi travel kamu merupakan pengalaman yang tak tergantikan bagi Pegipegi, namun dengan berat hati, Pegipegi harus pamit,” tulis unggahannya pada (12/12/2023) lalu.

Selain Pegipegi, sejumlah perusahaan startup lainnya turut gulung tikar dan tidak lagi menjalankan bisnisnya dengan alasan yang bermacam-macam, mulai dari persaingan ketat dengan kompetitor baru hingga masalah keuangan yang menyebabkan bangkrutnya perusahaan.

Berikut 7 platform lainnya yang resmi ditutup selama tahun 2023:

  1. Pegipegi (11 Desember 2023)

Dalam pengumumannya, perusahaan di bidang biro perjalanan ini menghentikan layanan terakhirnya pada 10 Desember pukul 23.59 WIB, sebelum resmi menutup usahanya pada keesokan harinya.

  1. Rumah.com (1 Desember 2023)

Melalui website resminya, Rumah.com sebagai salah satu perusahaan dibidang properti dan real estate, ini mengumumkan penutupan resminya mulai 1 Desember 2023 setelah beroperasi selama 10 tahun lamanya.

  1. Futuready (4 Juli 2023)                                                                                   

Futuready Insurance Broker (FIB), sebagai perusahaan produk asuransi yang berdiri sejak 2016 lalu, ini mengumumkan secara resmi pemberhentian operasionalnya yang diatur bersama ketentuan dari OJK.

     4. Tumbasin.id (Mei 2023)

Perusahaan di bidang e-grocery sayur dan buah, Tumbasin, mengumumkan penutupan layanannya melalui akun Linkedin Bayu Saubig, selaku CEO dan Co-Founder perusahaan, akibat kebangkrutan perusahaan.

     5. Danafix (17 April 2023)

Danafix, sebagai perusahaan pinjaman online atau pinjol, mengumumkan penutupan operasionalnya pada 17 April 2023, setelah sebelumnya mengajukan pengembalian izin usahanya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang kemudian dicabut pada 29 Agustus 2023.

  1. JD.ID (31 Maret 2023)

Perusahaan e-commerce JD.ID mengumumkan layanan penerimaan pesanan terakhirnya yang berlangsung pada 15 Desember 2023, sebagai persiapan penutupan secara resminya pada 31 Maret 2023 dan kini berubah menjadi e-commerce yang beroperasi di China.

  1. CoHive (18 Januari 2023)

Akibat pandemi Covid-19 yang sempat berlangsung panjang serta kesulitan pendanaan perusahaan menyebabkan CoHive mengumumkan kebangkrutannya dan memutuskan penutupan resminya pada 18 Januari 2023 lalu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.