Penelitian Stanford Ungkap Paradoks Produktivitas AI, Sebabkan Kerugian Besar

AKURAT.CO Penelitian dari Stanford University-BetterUp mengungkap adanya paradoks produktivitas yang mahal akibat penggunaan AI secara meluas di tempat kerja. Sekitar 40% karyawan menggunakan alat AI, namun banyak menghasilkan "workslop", yakni konten yang tampak rapi tapi kurang substansi, sehingga rekan kerja harus menghabiskan waktu hampir dua jam untuk memperbaikinya setiap kali terjadi.
Fenomena ini menyebabkan biaya tersembunyi besar dalam hal waktu dan produktivitas. Rata-rata, karyawan menghabiskan sekitar 1 jam 56 menit untuk mengatasi setiap insiden workslop, yang berarti biaya produktivitas sekitar $186 per bulan per karyawan.
Mengutip HBR, untuk perusahaan dengan 10.000 pekerja, kerugian waktu ini bisa melebihi $9 juta per tahun. Workslop juga berdampak negatif pada hubungan antar rekan kerja.
Lebih dari separuh responden merasa jengkel ketika menerima workslop, dan hampir setengahnya menganggap pencipta konten tersebut kurang dapat dipercaya dan kurang cakap secara profesional.
Ini dapat mengurangi kepercayaan dan kolaborasi di tempat kerja.
Masalah ini berasal dari penerapan AI yang kurang terarah dan panduan yang minim terkait cara penggunaan yang tepat.
Peneliti menyarankan agar pimpinan perusahaan memberikan contoh penggunaan AI yang bijak, menetapkan aturan yang jelas, dan menganggap AI sebagai alat kolaborasi, bukan jalan pintas.
Meskipun ada laporan peningkatan produktivitas dengan aplikasi AI tertentu, secara umum transformasi produktivitas yang diharapkan masih belum tercapai di banyak sektor industri.
Penjelasan tersebut merangkum inti dari studi Stanford-BetterUp mengenai biaya tersembunyi penggunaan AI di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap produktivitas dan hubungan kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








