Media Dunia Desak Pengembang AI Lawan Informasi Palsu dan Lindungi Berita Faktual

AKURAT.CO Sekelompok organisasi media global mendesak pengembang kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan teknologinya digunakan demi kepentingan publik. Mereka menyoroti peran AI dalam melawan hoaks dan menjaga akurasi berita.
Seruan ini berasal dari European Broadcasting Union (EBU) yang bermarkas di Jenewa. EBU bekerja sama dengan Asosiasi Penerbit Berita Dunia (WAN-IFRA) dan sejumlah mitra media lainnya.
Mereka meluncurkan kampanye 'Integritas Berita di Era AI' yang melibatkan ribuan media penyiaran, cetak dan digital. Kampanye ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan akurasi berita di tengah kemajuan teknologi AI.
Dalam konferensi di Krakow, Polandia, kelompok ini menekankan perlunya izin pemilik konten sebelum digunakan oleh AI generatif. Mereka juga menuntut transparansi dan akses mudah terhadap sumber asli informasi yang dihasilkan AI.
Baca Juga: BRIN Dorong Inovasi Teknologi AI dan Platform Digital untuk Masa Depan Riset
Presiden WAN-IFRA, Ladina Heimgartner, menyatakan bahwa demokrasi dan masyarakat yang kuat harus dibangun di atas kebenaran. Oleh karena itu, lembaga yang menjunjung fakta harus bersatu dalam menghadapi tantangan era digital ini.
"Organisasi dan institusi yang melihat kebenaran dan fakta sebagai inti yang diinginkan dari demokrasi dan fondasi masyarakat yang diberdayakan sekarang harus bersatu di satu meja untuk membentuk era berikutnya," ujarnya, dikutip dari The Associated Press, Selasa (6/5/2025).
Aliansi ini melibatkan organisasi media besar seperti AIL dari Amerika Latin, Persatuan Penyiaran Asia-Pasifik dan Asosiasi Penyiar Amerika Utara. Asosiasi tersebut mencakup perusahaan besar seperti Fox, NBC Universal dan PBS.
Sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022, industri media mulai bergulat dengan penggunaan teknologi AI. Mereka dihadapkan pada pilihan antara menjalin kerja sama atau terlibat dalam sengketa hukum.
Beberapa media besar, seperti The New York Times, bahkan menggugat OpenAI dan Microsoft atas dugaan pelanggaran hak cipta. Sementara itu, media lain seperti Associated Press telah menjalin kerja sama lisensi dengan OpenAI dan Google.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








