Akurat

Meta Beri Label Iklan Politik Yang Menggunakan AI Mulai 2024, Microsoft Lakukan Ini

Yusuf Tirtayasa | 14 November 2023, 09:03 WIB
Meta Beri Label Iklan Politik Yang Menggunakan AI Mulai 2024, Microsoft Lakukan Ini

AKURAT.CO - Meta, perusahaan induk Facebook, WhatsApp dan Instagram, mengumumkan kebijakan baru yang akan memberi label pada iklan politik yang menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Dikutip Akurat.co dari Apnews.com, Senin (13/11/2023), label tersebut akan muncul saat pengguna mengklik iklan, dimulai pada tahun baru dan berlaku global.

Microsoft juga ikut berpartisipasi dengan meluncurkan inisiatif pemilihan tahunan, termasuk alat tanda air digital untuk iklan kampanye. Tujuannya adalah membantu pemilih memahami pembuat iklan dan mencegah perubahan digital tanpa bukti.

Penggunaan teknologi AI semakin mempermudah pembuatan konten palsu, seperti audio, gambar dan video. Meta dan Microsoft merespons kekhawatiran ini, tetapi perwakilan Demokrat AS Yvette Clarke menyatakan perlindungannya.

Baca Juga: Facebook Uji Coba Pembatasan Iklan Politik

"Kongres harus menetapkan perlindungan yang tidak hanya melindungi demokrasi kita tetapi juga mengekang gelombang konten menipu yang dihasilkan oleh AI yang berpotensi menipu rakyat Amerika," kata Clarke. 

Sementara Eropa sedang merancang peraturan AI, Amerika memiliki waktu terbatas untuk mengesahkan aturan serupa menjelang pemilu 2024. 

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Federal telah memulai proses regulasi terhadap deepfake dalam iklan politik.

Meskipun upaya ini dianggap positif, banyak yang merasa masih perlu langkah lebih lanjut untuk melindungi demokrasi dari ancaman disinformasi yang didukung oleh AI.

Google juga mengikuti langkah ini dengan kebijakan serupa untuk iklan politik pada platform mereka. 

Microsoft menyertakan peringatan bahwa negara seperti Rusia, Iran dan Tiongkok berpotensi memanfaatkan AI untuk mengganggu pemilu dan menyarankan perlunya kewaspadaan dari AS dan negara-negara lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.