Jelang Putusan Banding, Nadiem Minta Hakim Dengarkan Hati Nurani

AKURAT.CO Nadiem Makarim berharap proses hukum yang dijalaninya menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penegakan hukum di Indonesia.
Harapan itu disampaikan menjelang sidang banding terakhir perkara yang menjeratnya, Kamis (27/8/2026).
Nadiem mengatakan proses hukum yang dihadapinya tidak hanya menyangkut dirinya dan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Ia juga menyinggung aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah daerah.
"Ya, memang ini hari sidang terakhir saya, sidang banding terakhir saya. Tapi hari ini bukan hanya mengenai kasus saya. Tentunya banyak sekali saudara-saudara kita yang sedang turun di jalanan, sedang menyuarakan aspirasi mereka," ujar Nadiem.
Ia berharap aksi penyampaian aspirasi berlangsung damai dan tuntutan masyarakat dapat didengar.
"Saya berdoa dan berharap bahwa demonstrasi, aksi demonstrasi hari ini damai. Saya juga berharap sekali bahwa apa yang mereka suarakan itu didengar. Dan saya tentunya berharap tidak ada kekerasan sama sekali yang terjadi hari ini," katanya.
Nadiem mengatakan seluruh elemen masyarakat perlu menjaga persatuan, terlebih di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, termasuk bencana di sejumlah daerah.
Ia juga berharap perkara yang dihadapinya dapat menjadi bagian dari upaya mendorong penegakan hukum yang lebih baik.
"Saya juga berdiri di sini dan berjuang. Berjuang untuk keadilan, bukan hanya untuk diri saya dan keluarga saya, tapi berjuang untuk sistem penegakan hukum kita menjadi lebih baik," ujarnya.
Nadiem mengingatkan agar hukum tidak digunakan sebagai alat kekuasaan maupun tekanan terhadap seseorang.
"Harapan saya dan pesan saya adalah hukum itu tidak boleh dijadikan alat kekuasaan. Hukum tidak bisa dijadikan alat tekanan. Dan hukum tidak bisa dimanipulasi atau direkayasa untuk mengkriminalisasi seseorang," tegasnya.
Menjelang putusan banding, Nadiem berharap majelis hakim mengambil keputusan berdasarkan hati nurani dan fakta yang terungkap dalam persidangan.
"Saya hanya berharap bahwa hakim bisa benar-benar membuka hati mereka, bahwa mereka murni membuat keputusan berdasarkan hati nurani," kata Nadiem.
Ia berharap tidak ada pertimbangan lain di luar fakta persidangan dalam menentukan putusan.
"Saya berharap sekali bahwa hakim itu mengikuti hati nurani mereka dan tidak ada pertimbangan lainnya di luar fakta-fakta dari persidangan ini. Insyaallah Allah akan menggugah hati mereka untuk melakukan yang benar. Amin," ujarnya.
Baca Juga: OJK: 22,93 Juta Pengguna Aset Digital Rentan Penipuan, Kok Bisa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







