KPK Dalami Hubungan Angga dan Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Soal Kasus Suap Pemkab Muara Enim

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memeriksa pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pengondisian hasil audit laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengungkap secara utuh proses perubahan temuan audit keuangan yang diduga terjadi dalam perkara tersebut.
"KPK tentunya terbuka peluang melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak dari BPK, guna menjelaskan bagaimana proses pengubahan temuan audit keuangan yang dilakukan di Pemkab Muara Enim," kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: KPK Buka Peluang Periksa Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dalam Kasus Suap Muara Enim
Saat ini, penyidik masih terus mendalami peran masing-masing pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun pihak lain yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.
Salah satu yang menjadi fokus pendalaman adalah peran tersangka Augusz Dewanggara alias Angga (AGG), pihak swasta yang diduga berperan dalam pengurusan temuan audit BPK.
"Termasuk untuk mengungkap peran Tersangka AGG. Meskipun statusnya tidak ada di internal BPK, namun punya peran krusial dan punya akses masuk dalam proses kerja audit keuangan di BPK," ujar Budi.
Pernyataan tersebut menambah indikasi bahwa penyidik tengah menelusuri bagaimana Angga, yang berstatus pihak swasta, dapat memiliki akses dan peran dalam proses audit yang semestinya menjadi kewenangan auditor negara.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkap bahwa Angga pernah tercatat sebagai staf ahli Anggota V BPK, Bobby Adhityo Rizaldi, ketika Bobby masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
Karena itu, penyidik juga membuka ruang untuk mendalami hubungan maupun keterkaitan antara Angga dan Bobby dalam perkara yang sedang diusut. KPK sebelumnya menyatakan akan memeriksa pihak-pihak lain apabila dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan dan ditemukan fakta-fakta yang relevan.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor Bupati Muara Enim dan rumah tersangka Abi Nurwardani, Sita Berbagai Dokumen
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Dalam pengembangannya, KPK menemukan dugaan suap untuk mengondisikan hasil audit BPK atas laporan keuangan daerah tersebut.
Dalam konstruksi perkara yang diungkap KPK, Angga diduga menjadi pihak yang menghubungkan pejabat Pemkab Muara Enim dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses audit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








