Pengamat Membaca Sinyal Politik di Balik Penahanan Silmy Karim oleh KPK

AKURAT.CO Penahanan Silmy Karim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa jadi sinyal memanasnya kompetisi internal di lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto.
Silmy Karim selaku Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) ditahan dan dijadikan tersangka oleh KPK karena terkait masalah hukum, yaitu dugaan pemerasan terhadap para warga negara asing (WNA) yang mengurus izin tinggal di Indonesia.
Dugaan KPK, pemerasan sudah terjadi sejak Silmy Karim menjadi Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM (2023-2024) dan berlanjut sampai ketika menjabat Wamen Imipas (2025-2026).
Baca Juga: Kasus Silmy Karim Coreng Wajah Indonesia, Kementerian Imipas Harus Dievaluasi Total
Dalam analisa Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, proses hukum terhadap Silmy Karim tidak lepas dari pertarungan politik di antara orang-orang dekat presiden.
"Kalau dilihat dari berbagai sumber informasi, Silmy Karim memiliki kedekatan dengan Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan)," kata Fernando dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (9/6/2026) malam.
Kedekatan Silmy dengan Sjafrie, lanjut Fernando, mengantarkannya ke sejumlah posisi strategis. Silmy pernah menjabat petinggi di Kementerian Pertahanan dan perusahaan BUMN.
"Saya juga juga yakin, kedekatan Silmy dengan Sjafrie yang membuat ia masuk dalam Kabinet Merah Putih," kata Fernando.
Penahanan oleh KPK membuktikan kedekatan Silmy dengan Sjafrie tak membuat eks Dirut Krakatau Steel itu kebal hukum. Terkait hal itu, Fernando melihat kemungkinan sedang berlangsung persaingan pengaruh dan peran yang begitu kuat di sekitar Presiden Prabowo Subianto.
"Sangat mungkin penahanan Silmy Karim dimaknai bahwa hubungan Prabowo Subianto dengan salah satu orang dekatnya sudah kurang baik dan sudah mulai berjarak," terang Fernando.
Baca Juga: KPK Sita Mobil Sport hingga Valas dari Rumah Silmy Karim
Fernando mengingatkan bahwa ada momen di mana Presiden tidak melibatkan tokoh penting saat melakukan kunjungan luar negeri ke Prancis padahal salah satu agenda utamanya adalah terkait dengan bidang pertahanan.
"Sepertinya secara perlahan Prabowo mulai menilai dan selektif terhadap orang di sekitarnya untuk dibiarkan tetap dekat atau harus disingkirkan karena dianggap tidak lagi loyal," kata Fernando.
Penyebab Prabowo semakin selektif bisa macam-macam. Bisa jadi Prabowo mendengar adanya survei yang menempatkan tokoh tersebut sebagai salah satu kandidat calon presiden untuk 2029.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







