Cara Membagi Warisan Berupa Bisnis Agar Tidak Menimbulkan Konflik

AKURAT.CO Mengelola harta peninggalan memang tidak selalu mudah, apalagi jika bentuknya adalah bisnis keluarga.
Oleh sebab itu, memahami cara membagi warisan berupa bisnis sangat penting agar pembagian berjalan adil, transparan, dan tidak memicu konflik antar ahli waris.
Apa yang Dimaksud Warisan Berupa Usaha?
Warisan berupa usaha bisa mencakup bisnis dagang, perusahaan keluarga, UMKM, franchise, hingga usaha bersama yang sudah berjalan lama.
Nilai usahanya tidak hanya berupa aset fisik, tetapi juga keuntungan, reputasi, dan keberlangsungan operasionalnya.
Akan tetapi, dalam pembagian warisan berupa usaha sering terjadi perselisihan, mulai dari soal siapa yang berhak mendapat bagian, bagaimana laba dibagi, sampai siapa yang seharusnya memimpin jalannya usaha.
Cara Membagi Warisan Berupa Usaha
Dilansir dari News.sah, berikut cara-cara yang bisa dilakukan:
Tetapkan Kesepakatan Resmi
Pastikan seluruh pihak menyusun dokumen yang menjelaskan porsi kepemilikan, cara membagi laba, tanggung jawab masing-masing, serta aturan dasar pengelolaan bisnis keluarga.
Resmikan Bentuk Usaha
Dengan cara mengubah bisnis menjadi badan hukum seperti PT atau CV, pengaturan legalitas, struktur kepengurusan, dan pewarisan aset akan jauh lebih tertata.
Buat Aturan Internal Perusahaan
Siapkan dokumen pedoman operasional (semacam AD/ART) yang mengatur cara perusahaan dijalankan agar lebih profesional dan terarah.
Libatkan Notaris
Seluruh akta perjanjian, pendirian perusahaan, atau pengalihan kepemilikan idealnya dibuat melalui notaris untuk memastikan kekuatan hukum yang jelas.
Siapkan Pembagian Pewarisan
Buatlah mekanisme pembagian dengan beberapa opsi:
Menunjuk satu orang sebagai wakil atau pemimpin usaha.
Menjalankan usaha berssama
Usahanya dijual dan hasilnya dibagi bersama
Pembagian saham bagi warisan berbentuk PT bisa membagi warisan melalui pengalihan saham sesuai porsi masing-masing ahli waris.
Pembagian warisan berupa usaha perlu dilakukan secara tertib dan profesional agar tidak menimbulkan konflik.
Langkah utamanya adalah menetapkan kesepakatan tertulis, meresmikan bentuk usaha, membuat aturan internal, serta melibatkan notaris untuk menjamin kekuatan hukum.
Setelah itu, ahli waris dapat memilih mekanisme pembagian yang paling sesuai, seperti menunjuk pengelola, menjalankan bersama, menjual usaha, atau membagi saham sesuai porsi masing-masing.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 6Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel






