Kasus Kecelakaan Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum

AKURAT.CO Penyelidikan kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Bekasi Timur kini memasuki babak baru.
Kepolisian resmi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan setelah menemukan bukti awal yang dinilai cukup.
Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh proses hukum yang berjalan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk meningkatkan standar keselamatan perkeretaapian ke depan.
“Seluruh proses investigasi harus didukung sepenuhnya demi keselamatan transportasi kereta api ke depannya,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan peningkatan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026) itu menewaskan 16 korban jiwa, seluruhnya perempuan, dan menjadi salah satu insiden paling memilukan dalam beberapa waktu terakhir.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian langkah, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan barang bukti termasuk rekaman CCTV.
Baca Juga: Driver Ojol Sambut Positif Langkah Prabowo Pangkas Potongan Aplikator Jadi 8 Persen
Sejauh ini, sebanyak 24 saksi telah dimintai keterangan.
Polisi juga tengah mendalami peran tujuh orang lainnya yang terkait langsung dengan operasional perjalanan kereta, mulai dari petugas pengendali perjalanan, PPKA, petugas sinyal, hingga masinis dari kedua kereta yang terlibat.
Untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, penyidik turut melibatkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
Pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan gangguan teknis, termasuk sistem sinyal dan kelistrikan di lokasi kejadian.
Dalam perkembangan lain, seorang pengemudi taksi online yang sempat dikaitkan dengan rangkaian insiden masih berstatus saksi.
Diketahui, pengemudi berinisial RRP tersebut baru mulai bekerja beberapa hari sebelum kejadian berlangsung.
Hingga kini, proses penyidikan terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan serta pihak yang harus bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








