Akurat

Materi Kelola Tambang di Mens Rea Pandji Pragiwaksono Merendahkan NU dan Muhammadiyah

Siti Nur Azzura | 8 Januari 2026, 19:19 WIB
Materi Kelola Tambang di Mens Rea Pandji Pragiwaksono Merendahkan NU dan Muhammadiyah

AKURAT.CO Materi stand up comedy yang dibawakan Komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesial bertajuk Mens Rea, masih menjadi sorotan banyak pihak. Selain menyinggung fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pandji juga membahas soal pengelolaan tambang oleh NU dan Muhammadiyah. 

Menanggapi hal ini, ribuan massa Aktivis Ormas Islam NU dan Muhammadiyah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komdigi dan KPI Jakarta Pusat, pada Rabu (7/1/2026). Mereka meminta Tayangan 'Mens Rea' Netflix dievaluasi. 

Koordinator aksi, Rizki Abdul Rahman Wahid, mengatakan Mens Rea besutan Pandji Pragiwaksono yang ditayangkan di Platform Netflix itu dinilai bukan lagi komedi yang sehat, melainkan penggiringan opini yang mengarah pada penghinaan, ujaran Kebencian, fitnah dan merendahkan Golongan kelompok masyarakat yang berpotensi memecah belah bangsa.

Baca Juga: Materi Stand Up Mens Rea Bikin Ribut, Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi

"Pandji telah menodai nilai-nilai komedi dengan melontarkan materi-materi yang sarat akan polarisasi, perpecahan, dan menjurus pada fitnah terhadap NU dan Muhammadiyah," Kata Rizki, dikutip Kamis (8/1/2026). 

Menurutnya politik balas budi yang dituduhkan Pandji kepada ormas Islam NU dan Muhammadiyah sehingga dapat mengelola tambang, adalah framing kejam dan menyesatkan publik.

"Apalagi narasi suara (pemilu) NU dan Muhammadiyah diminta dengan ditukar mengelola tambang. Ini adalah sikap merendahkan, memuat kebencian yang tidak pantas disampaikan," kata Rizki yang juga kader Nahdlatul ulama itu.

Di tempat yang sama Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Laode, menyayangkan komedi Pandji Pragiwaksono justru merendahkan organisasi Islam yang selama ini berperan menjaga akal sehat, moral, dan kehidupan kebangsaan. 

"Kami menyayangkan jika pembahasan soal Mens Rea disampaikan dengan menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai bahan candaan. Dua organisasi ini adalah rumah besar umat, yang selama ini berperan menjaga akal sehat, moral, dan kehidupan kebangsaan. Humor boleh, kritik boleh, tapi ketika menyentuh simbol keumatan, sebaiknya disampaikan dengan lebih bijak agar pesan tidak melukai dan substansi hukum tidak kabur," tegas Laode. 

Baca Juga: Tompi Tegur Materi Stand Up Pandji yang Singgung Fisik Gibran, Ini Alasannya

Tidak sampai disitu, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda NU (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) itu juga melakukan aksi untuk rasa didepan kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat di Jalan Ir.H. Juanda Gambir Jakarta Pusat.

Massa aksi juga menyampaikan tuntutan sebagai berikut :

1. Pemerintah Harus Memberikan Tindakan Tegas kepada Platform Netflix agar Media Arus Baru tidak menjadi ladang polarisasi.

2. Pandji Pragiwaksono untuk meminta maaf kepada NU, Muhammadiyah, dan Masyarakat Umum atas perbuatannya yang membuat gaduh dan memecah belah bangsa secara lisan dan tulisan melalui media sosial dihadapan publik.

3. Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana ujaran Kebencian, Penghasutan, Rasisme, Fitnah dan Propaganda yang memecah belah bangsa.

4. Menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus selalu berjalan seiring dengan tanggung jawab moral, hukum, dan kebangsaan.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung Damai dengan berbagai atribut dan poster berisi tulisan. "NU & Muhammadiyah Mengabdi dan Berperan besar bagi Bangsa dan Negara bahkan sebelum kemerdekaan, Pandji bisa apa?" Salah satu tulisan poster yang bertebaran saat aksi berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.