Akurat

Kronologi Lengkap Kasus Penculikan Bilqis di Makassar: Dari Hilang di Taman Pakui hingga Ditemukan di Jambi

Idham Nur Indrajaya | 9 November 2025, 15:49 WIB
Kronologi Lengkap Kasus Penculikan Bilqis di Makassar: Dari Hilang di Taman Pakui hingga Ditemukan di Jambi

 

AKURAT.CO Harapan baru akhirnya muncul dalam kasus hilangnya Bilqis, bocah perempuan berusia 4 tahun yang sempat menghilang secara misterius di Taman Pakui Sayang, Makassar. Setelah melalui tujuh hari pencarian intensif, Bilqis berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu, 9 November 2025, di Provinsi Jambi — wilayah yang berjarak ribuan kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.

Kabar bahagia ini membuat keluarga Bilqis di Jalan Pelita 2, Lorong 9, Kecamatan Rappocini, tak kuasa menahan air mata. Suasana haru pun pecah ketika polisi memperlihatkan wajah Bilqis lewat panggilan video, memastikan bahwa sang buah hati benar-benar dalam kondisi sehat dan aman

Suasana Taman Pakui Sayang, Makassar, mendadak mencekam pada Minggu pagi, 3 November 2025. Dwi Nur Mas atau Dimas, ayah berusia 34 tahun, membawa putrinya, Bilqis yang baru berusia empat tahun, untuk bermain sekaligus menemaninya berlatih tenis. Namun, momen kebersamaan itu berubah jadi mimpi buruk ketika Bilqis tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Pagi itu, Dimas sempat duduk santai sambil menemani anaknya menikmati camilan dan bermain ponsel. Tak lama kemudian, Bilqis merasa bosan dan meminta izin untuk bermain di area playground yang berada di sisi lapangan tenis. Dimas masih sempat memantau putrinya dari kejauhan sambil berlatih bersama beberapa rekannya.

Sekitar pukul 09.00 WITA, Dimas masih memanggil anaknya beberapa kali. Pada dua panggilan pertama, Bilqis masih sempat menjawab. Namun saat panggilan ketiga, tak ada lagi suara balasan. Panik, Dimas langsung menghentikan permainan dan bergegas mencari keberadaan Bilqis.


Pencarian Panik yang Berlangsung Berjam-jam

Dimas bersama beberapa rekannya berkeliling taman, menyusuri setiap sudut Taman Pakui Sayang. Ia bahkan menghubungi istrinya untuk memastikan apakah anak mereka sempat dijemput. Namun, sang ibu yang datang ke lokasi memastikan bahwa Bilqis tidak berada di sana.

Pencarian pun meluas hingga ke kawasan Jalan Pettarani dan Jalan Pelita. Mereka berkeliling hingga larut malam, tetapi tak juga menemukan tanda-tanda keberadaan Bilqis. Hari itu menjadi awal dari pencarian panjang yang penuh kecemasan.

Keesokan paginya, keluarga kembali melakukan pencarian dengan bantuan beberapa warga sekitar. Barulah pada Senin, 4 November, Dimas mendapatkan petunjuk penting dari rekaman CCTV milik salah satu kafe di sekitar taman. Dalam rekaman itu, terlihat seorang perempuan menggandeng tangan Bilqis keluar dari area taman.


Wanita Misterius dalam Rekaman CCTV

Dari hasil pengamatan CCTV, perempuan yang membawa Bilqis awalnya mengenakan hijab. Namun, dalam rekaman berbeda di kawasan Jalan Sungai Saddang, perempuan itu tampak tanpa hijab dan Bilqis terlihat memakai topi. Perubahan penampilan tersebut membuat polisi menduga pelaku sengaja menyamarkan diri agar tidak dikenali.

Perempuan itu juga terlihat berjalan cepat sambil membawa dua anak lain yang diduga merupakan anaknya sendiri. Dari sinilah dugaan kuat muncul bahwa Bilqis menjadi korban penculikan yang sudah direncanakan dengan rapi.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV di berbagai titik serta memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Meski begitu, hingga beberapa hari berikutnya, keberadaan Bilqis masih menjadi misteri.


Doa dan Harapan Sang Ayah

Selama proses pencarian, Dimas mengaku menerima banyak informasi simpang siur di media sosial, termasuk kabar bahwa Bilqis sudah dibawa ke luar Pulau Sulawesi. Namun, naluri seorang ayah membuatnya yakin bahwa anaknya masih berada di Makassar.

Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak akan menuntut pelaku jika anaknya dikembalikan dengan selamat. Yang terpenting baginya hanyalah keselamatan dan kesehatan sang putri. Dimas berulang kali memohon agar pelaku berbelas kasih dan mengembalikan Bilqis tanpa takut mendapat hukuman.


Akhir Bahagia: Bilqis Ditemukan Selamat di Jambi

Setelah enam hari pencarian intensif, kabar bahagia akhirnya datang. Pada Minggu, 9 November 2025, sekitar pukul 14.10 WITA, Bilqis ditemukan dalam keadaan sehat di Jambi. Kepolisian Makassar memastikan bahwa anak tersebut dibawa kembali ke Makassar dengan pengawalan ketat.

Kedatangan Bilqis di Mapolrestabes Makassar disambut tangis haru keluarga dan warga yang sejak awal mengikuti perkembangan kasus ini. Gadis kecil itu terlihat mengenakan baju kotak biru dan sempat melambaikan tangan sebelum dibawa menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dimas yang sebelumnya tak henti-hentinya berdoa, akhirnya bisa memeluk kembali anak kesayangannya. Ia mengucapkan syukur karena Bilqis ditemukan dalam kondisi selamat setelah hampir seminggu penuh ketidakpastian.


Terungkapnya Pelaku dan Motif di Balik Penculikan

Polisi kemudian mengamankan seorang perempuan bernama Sri Yuliana alias Ana, berusia 30 tahun, yang diduga kuat menjadi pelaku penculikan Bilqis. Dari hasil pemeriksaan, Ana mengaku awalnya bermaksud merawat anak itu. Namun, karena terdesak kebutuhan ekonomi, ia akhirnya menjual Bilqis kepada seseorang yang dikenalnya lewat media sosial.

Ana mengaku mendapat bayaran sebesar Rp3 juta, dengan uang muka Rp500 ribu yang ditransfer ke rekening pribadinya. Ia juga mengaku tidak mengetahui jika anak tersebut kemudian dibawa hingga ke Jambi oleh pihak lain.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan perdagangan anak di balik kasus ini. Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menyampaikan bahwa detail pengungkapan kasus serta jumlah tersangka akan diumumkan secara resmi pada konferensi pers berikutnya.


Kasus yang Jadi Peringatan Bagi Orang Tua

Kisah penculikan Bilqis menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang tua agar selalu waspada ketika anak bermain di area publik. Meski hanya sebentar lengah, risiko penculikan bisa terjadi kapan saja, bahkan di tempat ramai seperti taman kota.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial dan selalu berkoordinasi dengan pihak berwenang jika menghadapi situasi serupa.

Kisah ini berakhir bahagia karena kerja cepat aparat dan doa keluarga yang tak putus, namun kasus Bilqis tetap menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak di ruang publik.

Baca Juga: Pria Brasil Bakar Porsche Sendiri dan Rekayasa Penculikan demi Klaim Asuransi

Baca Juga: Terungkap: Kronologi Penculikan hingga Tewasnya Kepala Cabang Bank di Cempaka Putih

FAQ

1. Siapa Bilqis yang menjadi perhatian publik belakangan ini?
Bilqis adalah bocah perempuan berusia 4 tahun yang sempat dilaporkan hilang secara misterius di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada awal November 2025.

2. Kapan dan di mana Bilqis ditemukan?
Bilqis ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu, 9 November 2025, di Provinsi Jambi — ribuan kilometer dari tempat ia menghilang.

3. Bagaimana kondisi Bilqis saat ditemukan?
Menurut laporan kepolisian, Bilqis ditemukan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.

4. Bagaimana reaksi keluarga setelah mengetahui Bilqis ditemukan?
Keluarga yang tinggal di Jalan Pelita 2, Lorong 9, Kecamatan Rappocini, Makassar, menangis haru saat dihubungkan dengan Bilqis melalui panggilan video oleh pihak kepolisian.

5. Siapa pihak yang menemukan Bilqis?
Penemuan Bilqis merupakan hasil kerja sama aparat kepolisian di berbagai daerah yang melakukan penelusuran intensif selama sepekan.

6. Apakah sudah diketahui penyebab atau pelaku di balik hilangnya Bilqis?
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa yang membawa Bilqis ke Jambi dan apa motif di balik kejadian tersebut.

7. Apa langkah selanjutnya dari pihak berwenang?
Polisi berencana memulangkan Bilqis ke Makassar dan terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat agar kasus ini bisa terungkap secara tuntas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.