KPK Masih Dalami Pemanggilan Rajiv Nasdem di Kasus Korupsi CSR BI

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan mengenai pemanggilan anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Rajiv, terkait penanganan korupsi Corporate Social Responsibility Bank Indonesia (CSR BI).
Menurut Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, posisi Rajiv dalam kasus CSR BI masih perlu didalami lebih lanjut oleh tim penyidik.
"Kalau dia sebagai staf ahli, itu informasi baru bagi kami. Karena seingat kami di dalam daftar Komisi XI DPR RI itu tidak ada nama Saudara Rajiv. Kalau tidak salah, baru menjadi DPR pada tahun ini, tahun sebelumnya itu tidak. Sedangkan CSR BI ini di tahun sebelumnya," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga: Enam Saksi Dipanggil KPK dalam Penanganan Kasus Korupsi CSR BI dan OJK
Asep menegaskan bahwa pemanggilan terhadap Rajiv akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan penyidikan. Namun, jadwal pastinya belum ditentukan.
"Terkait jadwal pemanggilan, nanti akan kami umumkan ketika memang yang bersangkutan kita akan meminta keterangan dari yang bersangkutan," katanya.
Nama Rajiv belakangan disebut-sebut ikut mendistribusikan dana CSR BI periode 2019-2024.
Baca Juga: Kasus CSR BI dan OJK, KPK Periksa Politikus Nasdem Satori Usai Sita 15 Mobil
Namun kapasitasnya saat itu bukan sebagai anggota DPR melainkan staf ahli Komisi XI. Hal ini membuat KPK masih harus menelusuri lebih jauh peran serta keterlibatan Rajiv dalam kasus tersebut.
Asep mengatakan bahwa setiap informasi yang berkembang akan diverifikasi lebih dulu melalui proses penyidikan.
KPK berpegang pada data dan bukti yang sahih sebelum memutuskan langkah lanjutan, termasuk pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Catat, Penyaluran CSR BI-OJK Bukan ke Anggota DPR
Dengan demikian, kepastian mengenai keterlibatan Rajiv dalam distribusi CSR BRI akan terjawab setelah proses klarifikasi dilakukan secara resmi.
Seperti diketahui, KPK sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi CSR BI dan OJK yakni anggota DPR Heri Gunawan dan Satori.
Keduanya diduga menyalahgunakan CSR BI dan OJK untuk kepentingan pribadi, bukan sebagai dana bantuan sosial.
Baca Juga: KPK Duga Satori dan Heri Gunawan Pakai Uang Korupsi CSR BI Buat Bangun Showroom hingga Rumah Makan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








