Dari Pengusaha Sukses ke Tersangka Otak Pembunuhan: Jejak Gelap Dwi Hartono

AKURAT.CO Nama Dwi Hartono selama ini dikenal publik sebagai pengusaha sukses, motivator, sekaligus influencer dengan ribuan pengikut.
Namun, citra positif itu runtuh seketika setelah dirinya diduga menjadi otak di balik penculikan dan pembunuhan MIP, Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih.
Kasus ini sontak mengguncang publik, mengingat sosok Dwi selama ini kerap tampil sebagai figur inspiratif di dunia bisnis dan sosial.
Bukan kali pertama nama Dwi terseret kasus hukum.
Pada 2004, saat masih berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, ia pernah diduga terlibat dalam praktik pemalsuan ijazah dan nilai mahasiswa.
Walau kemudian lebih dikenal sebagai pengusaha multibisnis, merambah bidang bimbingan belajar, properti, fashion, hingga skincare, bayang-bayang masa lalu itu kini kembali mencuat.
Selain membangun sejumlah perusahaan, termasuk PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (pengelola platform bimbingan belajar online Guruku), Dwi juga menjalankan yayasan amal di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
Baca Juga: Ini Dia Tiga Jam Tangan Rolex Legendaris dengan Harga Selangit
Statusnya sebagai mahasiswa Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jakarta bahkan langsung dinonaktifkan begitu kasus hukum menjeratnya.
Puncaknya, pada Agustus 2025, polisi menangkap Dwi Hartono bersama sejumlah tersangka lain di Solo setelah penyelidikan intensif.
Ia diduga berperan sebagai aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan MIP, sebuah kasus kriminal serius yang kini menjadi sorotan nasional.
Transformasi dramatis Dwi Hartono, dari pengusaha sukses, motivator, sekaligus sosok dermawan, menjadi tersangka otak pembunuhan, menyisakan pertanyaan besar: siapa sebenarnya Dwi Hartono di balik citra publik yang selama ini ia bangun?
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








