Akurat

Dari Pengusaha Sukses ke Tersangka Otak Pembunuhan: Jejak Gelap Dwi Hartono

Eko Krisyanto | 28 Agustus 2025, 00:00 WIB
Dari Pengusaha Sukses ke Tersangka Otak Pembunuhan: Jejak Gelap Dwi Hartono

AKURAT.CO Nama Dwi Hartono selama ini dikenal publik sebagai pengusaha sukses, motivator, sekaligus influencer dengan ribuan pengikut.

Namun, citra positif itu runtuh seketika setelah dirinya diduga menjadi otak di balik penculikan dan pembunuhan MIP, Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih.

Kasus ini sontak mengguncang publik, mengingat sosok Dwi selama ini kerap tampil sebagai figur inspiratif di dunia bisnis dan sosial.

Bukan kali pertama nama Dwi terseret kasus hukum.

Pada 2004, saat masih berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, ia pernah diduga terlibat dalam praktik pemalsuan ijazah dan nilai mahasiswa.

Walau kemudian lebih dikenal sebagai pengusaha multibisnis, merambah bidang bimbingan belajar, properti, fashion, hingga skincare, bayang-bayang masa lalu itu kini kembali mencuat.

Selain membangun sejumlah perusahaan, termasuk PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (pengelola platform bimbingan belajar online Guruku), Dwi juga menjalankan yayasan amal di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

Baca Juga: Ini Dia Tiga Jam Tangan Rolex Legendaris dengan Harga Selangit

Statusnya sebagai mahasiswa Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jakarta bahkan langsung dinonaktifkan begitu kasus hukum menjeratnya.

Puncaknya, pada Agustus 2025, polisi menangkap Dwi Hartono bersama sejumlah tersangka lain di Solo setelah penyelidikan intensif.

Ia diduga berperan sebagai aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan MIP, sebuah kasus kriminal serius yang kini menjadi sorotan nasional.

Transformasi dramatis Dwi Hartono, dari pengusaha sukses, motivator, sekaligus sosok dermawan, menjadi tersangka otak pembunuhan, menyisakan pertanyaan besar: siapa sebenarnya Dwi Hartono di balik citra publik yang selama ini ia bangun?

 

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.