Dugaan Motif Dwi Hartono di Balik Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

AKURAT.CO Kasus pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, masih menjadi perhatian publik. Salah satu tokoh utama yang kini ditetapkan sebagai tersangka adalah Dwi Hartono (DH), pengusaha asal Jambi yang dikenal luas sebagai motivator dan YouTuber.
Penangkapan DH mengejutkan banyak orang, sebab selama ini ia punya citra sebagai “crazy rich Jambi” yang kerap tampil glamor dan dermawan. Namun di balik citra itu, polisi menduga DH menjadi aktor intelektual yang merencanakan penculikan sekaligus pembunuhan Ilham.
Pertanyaan besar pun muncul: apa motif Dwi Hartono sampai tega membunuh seorang kepala cabang bank?
Kredit Fiktif Rp13 Miliar, Motif Terkuat?
Sejauh ini, salah satu dugaan kuat yang mengemuka adalah adanya kaitan dengan pinjaman fiktif senilai Rp13 miliar. Informasi dari penyidik menyebut, Ilham diduga mengetahui praktik manipulasi data dan aliran dana tidak wajar yang merugikan bank pelat merah tersebut.
Indikasi ini membuat Ilham dianggap “tahu terlalu banyak”, sehingga keberadaannya bisa membahayakan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus kredit fiktif itu.
Menariknya, para pelaku penculikan yang disewa DH disebut hanya menerima uang muka sekitar Rp50 juta, meski dijanjikan imbalan puluhan juta rupiah. Fakta ini menunjukkan adanya hubungan erat antara kejahatan tersebut dengan urusan finansial yang lebih besar.
Peran Misterius Sosok "F"
Selain dugaan kredit fiktif, muncul pula sosok misterius berinisial F yang disebut sebagai pemberi dana kepada para pelaku. Kuasa hukum DH, Adrianus Agau, bahkan menegaskan bahwa kliennya hanya diminta menculik korban, bukan membunuh.
“Adik kami diminta menjemput paksa korban di sore hari,” kata Adrianus.
Namun, polisi melihat adanya pola yang terencana dan terstruktur. Bukan sekadar penculikan biasa, melainkan tindak kriminal dengan pembagian peran yang rapi. Pertanyaan pun berkembang: apakah “F” hanya perantara, atau sosok kunci yang menjadi dalang sesungguhnya?
Dugaan Fraud Internal di BRI
Motif lain yang tak kalah kuat adalah dugaan adanya fraud internal di tubuh BRI. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam rapat dengan Komisi VI DPR pada 21 Agustus 2025, menyebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait apakah motif kasus ini berhubungan dengan penagihan kredit bermasalah, konflik pribadi, atau praktik kecurangan.
Sumber internal BRI bahkan mengindikasikan bahwa korban mungkin sedang menelusuri aliran dana mencurigakan. Bila benar demikian, pembunuhan Ilham bisa jadi merupakan upaya menghilangkan saksi kunci yang berpotensi membongkar skandal besar di tubuh bank pelat merah itu.
Penurunan Kondisi Ekonomi DH
Selain faktor dugaan kredit fiktif, ada pula kabar bahwa kondisi ekonomi DH dan istrinya menurun dalam tiga tahun terakhir. Seorang mantan karyawan menyebut, bisnis yang digarap DH tidak sekuat citra publik yang selama ini ditampilkan.
Kondisi inilah yang mungkin mendorong DH mengambil jalan pintas dengan mengatur skema kejahatan demi menutupi masalah finansialnya. Jika benar, maka motif pembunuhan ini semakin terang: desakan ekonomi dan upaya menutupi fraud.
Penutup: Motif Masih Misterius, Publik Menunggu Jawaban
Hingga kini, polisi sudah menahan delapan tersangka, termasuk Dwi Hartono yang ditangkap di Solo pada 23 Agustus 2025. Namun, motif utama pembunuhan masih belum diumumkan secara resmi.
Dugaan mengerucut pada tiga hal:
-
Kredit fiktif Rp13 miliar yang menyeret nama DH.
-
Fraud internal BRI yang bisa merugikan perusahaan.
-
Masalah finansial pribadi DH yang menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi publik, kasus ini menyisakan ironi besar. Seorang pengusaha flamboyan yang dulu dikenal sebagai inspirasi sukses justru kini disebut-sebut sebagai otak di balik kejahatan keji.
Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Kepala Cabang BRI Ternyata YouTuber dan Pernah Bikin Video dengan Hotman Paris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








