Pemilihan Wakil Ketua MA Harus Bersih dari Calon Bermasalah

AKURAT.CO Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia akan menggelar pemilihan Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial pada akhir Agustus atau awal September 2025.
Ketua Pengurus Nasional Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), Julius Ibrani, menegaskan pentingnya proses pemilihan yang transparan dan terbuka agar publik dapat ikut mengawasi serta memberikan masukan terhadap para kandidat.
“MA sebaiknya mendengarkan suara rakyat dalam menyaring calon Wakil Ketua MA Non-Yudisial,” ujar Julius dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).
Ia menilai, publik merindukan sosok pimpinan yang bersih, berintegritas, dan mampu mendampingi Ketua MA Sunarto dalam membenahi lembaga peradilan.
Menurutnya, calon yang maju seharusnya bebas dari rekam jejak buruk, berani, dan akuntabel.
“Penting bagi MA memiliki struktur yang bersih dan tidak terbebani permasalahan hukum demi menuju lembaga yang lebih baik,” tegasnya.
Julius juga menyoroti krisis kepercayaan publik terhadap MA akibat maraknya kasus korupsi dalam dua tahun terakhir, mulai dari hakim tingkat pertama, banding, hingga Hakim Agung.
Kasus suap yang menyeret mantan Sekretaris MA disebutnya sebagai salah satu contoh nyata buruknya integritas di lingkungan peradilan.
Menurut Julius, langkah paling sederhana untuk memperbaiki diri adalah memastikan calon Wakil Ketua MA Non-Yudisial benar-benar bersih dari masalah hukum maupun pelanggaran etik.
“Hakim Agung yang pernah diperiksa aparat penegak hukum atau dilaporkan ke Komisi Yudisial karena dugaan pidana sebaiknya tidak dipilih. Jika itu terjadi, MA akan tersandera di masa depan, apalagi bila Wakil Ketua terpilih kembali dipanggil KPK atas kasus lama,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







