Akurat

Gegara Teriaki Penumpang, Kakek Ini Kena Blacklist Transjakarta

Melly Kartika Adelia | 6 Juni 2025, 21:37 WIB
Gegara Teriaki Penumpang, Kakek Ini Kena Blacklist Transjakarta

AKURAT.CO Seorang kakek menjadi viral di media sosial gegara tindakannya meneriaki penumpang bus Transjakarta dengan sebutan teroris.

Polisi mengungkap kakek itu meneriaki penumpang perempuan dengan sebutan teroris hingga terjadi pemukulan pada korban di Halte Transjakarta Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Pelaku pun sudah kena blacklist oleh pihak Transjakarta.

Polisi menyebut bahwa kakek tersebut sudah tidak dapat menggunakan layanan bus Transjakarta.

Baca Juga: Mobilitas Tanpa Batas: PIK2–Blok M Kini Tersambung Lewat Transjakarta

"Kita juga sudah koordinasi dengan Transjakarta. Jadi, dari pihak Transjakarta terhadap bapak itu, penumpang itu, dia sudah di-blacklist. Jadi kalau ada apa-apa, kalau dia datang lagi, kalau dia mau menumpang, enggak boleh masuk itu," jelas Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Aprino Tamara, pada Rabu (4/6/2025).

Polisi saat ini masih mencari keberadaan kakek tersebut.

Korban sendiri telah melaporkan kejadian tersebut sebagai kasus penganiayaan.

Polisi menelusuri jejak sang kakek dari uang elektronik atau e-money tetapi tanpa identitas.

Baca Juga: Jumlah Pengguna Transjakarta Melonjak Imbas ASN Wajib Naik Transportasi Umum

Polisi menduga kakek yang tengah dicari karena insiden di bus Transjakarta adalah warga Tanah Abang.

Hal ini berdasarkan fakta bahwa ia menaiki bus dari kawasan tersebut.

"Kami berharap dengan adanya sistem tap kartu Transjakarta, identitas pelaku bisa diketahui," ujar seorang petugas.

Insiden ini melibatkan seorang kakek yang meneriaki seorang penumpang perempuan dengan sebutan teroris hingga melakukan pemukulan.

Baca Juga: Hore, Semua Pekerja Rumah Ibadah di Jakarta Kini Bisa Naik Transjakarta hingga MRT Gratis

Korban, bernama Sabina Lutfi, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika dirinya duduk di depan pelaku.

"Saya awalnya tidak menyadari apa pun karena fokus bermain hape dari halte pertama sampai tujuan. Namun, kakek tersebut tiba-tiba pindah ke kursi belakang," jelas Sabina.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/5/2025) pagi di dalam Bus Transjakarta 8M Rute Tanah Abang-Tanjung Duren.

Selama dalam perjalanan, tidak ada interaksi antara Sabina dan pelaku hingga bus mendekati Halte Taman Anggrek.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Perluas Layanan Transjakarta, Akses ke PIK 2 Bakal Lebih Mudah!

Sabina menyebut kakinya sempat ditendang oleh pelaku sebelum insiden memuncak.

"Ketika pintu bus terbuka dan kami turun di halte yang sama, kakek itu tiba-tiba marah dan menuduh saya melotot ke arahnya. Dia langsung memukul bahu saya dua kali sambil memaki dengan kata-kata kasar," tambah Sabina.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.