Hasto Usai Disidang: Beberapa Dakwaan yang Seperti Dipaksakan, Tak Bisa Dijawab Jaksa

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan pernyataan usai menjalani persidangan ketiganya terkait kasus dugaan kasus dugaan suap pada proses pergantian antarwaktu atau PAW anggota DPR dan perintangan penyidikan, juga terkait buron Harun Masiku.
Hasto mulanya menekankan pentingnya keadilan sebagai fondasi negara hukum, sambil mengkritik ketidakjelasan jawaban jaksa penuntut umum (JPU) terhadap eksepsi yang disampaikan dalam sidang pada hari ini.
Dalam pernyataannya, dia menyatakan kepercayaannya pada sistem hukum, tetapi menilai JPU gagal menjawab sejumlah poin krusial.
Baca Juga: Hasto Batalkan Permohonan Pindah ke Salemba: Sudah Menyatu dengan Rutan Merah Putih
"Banyak aspek yang tidak bisa dijawab oleh jaksa penuntut umum. Misalnya, ketentuan obstruction of justice dikaitkan dengan tahap penyidikan, padahal proses yang terjadi itu pada tahap penyelidikan," ujar Hasto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2025).
Hasto yang merupakan tersangka kasus suap Harun Masiku ini, juga menyoroti pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan asas kepastian hukum dalam kasusnya.
"Berbagai dakwaan yang cenderung dipaksakan tidak dijawab oleh JPU. Kami percayakan keputusan terbaik kepada majelis hakim atas eksepsi yang kami ajukan," tegas dia.
Dia juga mengungkapkan kekhawatiran, atas dugaan intervensi dalam proses hukum yang tengah ia jalani tersebut.
"Konstruksi dakwaan jaksa berasal dari surat keterangan internal KPK sendiri, dari para penyidik, penyelidik, dan mantan penyelidik KPK. Ini menimbulkan conflict of interest dan ketidakobjektifan," tuturnya.
Baca Juga: PDIP Yakin Hasto Kristiyanto Menang di Pengadilan, Bukti KPK Sangat Lemah
Dia juga menyebut, banyak saksi dalam pembelaannya mengalami intimidasi. Dia pun mengajak semua pihak untuk jangan takut dengan intimidasi. Sebab, membiarkan ketidakadilan sama saja dengan mematikan masa depan bangsa.
Pada kesempatan itu, Hasto juga menyebut dirinya dalam kondisi sehat dan tetap produktif selama menjalani tahanan KPK. "Alhamdulillah berat saya bisa berkurang karena olahraga teratur. Kehidupan di penjara memberi kesempatan berkontemplasi dengan membaca banyak buku," ujarnya.
Dia juga mengaku, berpuasa selama Ramadan dan mengapresiasi dukungan publik kepada dirinya selama ini. "Terima kasih kepada rekan-rekan pers dan seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai," demikian Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







