Akurat

Pesan Haru Harvey Moeis untuk Anak dan Sandra Dewi: Papa Bukan Koruptor

Syaiful Bahri | 19 Desember 2024, 07:43 WIB
Pesan Haru Harvey Moeis untuk Anak dan Sandra Dewi: Papa Bukan Koruptor

AKURAT.CO Sidang pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2024), menjadi momen penuh emosi bagi pengusaha timah Harvey Moeis.

Dalam persidangan terkait kasus timah yang menjeratnya, Harvey memanfaatkan kesempatan ini untuk mengungkapkan rasa syukur, pesan cinta, dan klarifikasi kepada keluarganya.

Harvey mengaku, kasus yang tengah ia hadapi telah membawanya lebih dekat dengan Tuhan dan memperkuat ikatan keluarganya.

Dalam pernyataannya, ia menyoroti peran besar istrinya, Sandra Dewi, yang tetap tegar menghadapi cobaan ini.

Harvey memuji istrinya, Sandra Dewi, yang tetap diam meski kerap difitnah dan dihujat oleh publik. Menurutnya, Sandra memilih untuk bersabar sesuai dengan ajaran agama mereka.

Baca Juga: Kisah Pertama Kali Adanya Listrik di Masjid Nabawi Madinah, Jadi Saksi Transformasi Peradaban Islam

"Ketika dia difitnah, dicaci maki, kehilangan nama baik, karier, dan pekerjaan demi kepentingan publisitas kasus ini, dia tetap memilih diam. Dia percaya, saat kekuatan besar menindas kita, yang harus kita lakukan adalah diam," ujar Harvey.

Harvey mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada Sandra yang disebutnya sebagai “pilar keluarga.” Ia mengakui, tanpa Sandra, ia mungkin tidak mampu bertahan.

"Terima kasih, Sandra Dewi, kamu istri sempurna. Kamu tidak pernah mengeluh, tidak menyalahkan keadaan, bahkan menjadi penopang keluarga. Tapi tenang, kita tinggal tunggu masa senang lagi. Titip anak-anak, jangan lupa berdoa setiap hari biar Papa ‘wamil’-nya cepat selesai,” ungkapnya.

Harvey juga menyampaikan pesan khusus untuk kedua anaknya, Rafa dan Mika. Dengan suara penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah.

"Anak-anakku, Rafa dan Mika, Papa bukan koruptor. Jangan pernah berpikir kalian menikmati uang hasil korupsi. Hanya Tuhan yang tahu, dan waktu akan membuktikan kebenarannya. Tidak ada setitik pun niat Papa untuk mengambil yang bukan hak Papa, apalagi mengorbankan rakyat demi harta," tegasnya.

Harvey juga meminta maaf karena tidak bisa hadir di masa-masa penting tumbuh kembang anak-anaknya. Namun, ia berharap pengalaman ini mengajarkan mereka pelajaran hidup yang berharga.

Baca Juga: Instagram Tambahkan Fitur Baru untuk Menjadwalkan Pesan DM

"Dunia memang tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita, tapi jangan biarkan ketidakadilan mengubah karakter baik kalian. Tetaplah peduli, menjadi berkat bagi sesama, dan jangan menjadi seperti mereka yang menghakimi kita,” pesannya.

Bagi Harvey, cobaan ini menjadi momen refleksi mendalam tentang kehidupan. Ia mengajak keluarganya untuk terus bersandar pada kekuatan doa dan cinta kasih.

Sidang pleidoi ini tidak hanya menjadi arena pembelaan hukum, tetapi juga sebuah ruang bagi Harvey untuk menegaskan integritasnya, menguatkan keluarganya, dan memberikan harapan di tengah badai yang mereka hadapi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.