Akurat

Respons Gubernur BI Soal Penggeledahan KPK di Kantornya

Tim Redaksi | 18 Desember 2024, 21:32 WIB
Respons Gubernur BI Soal Penggeledahan KPK di Kantornya

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan tanggapan resmi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor pusat Bank Indonesia pada Senin malam, 16 Desember 2024.

Penggeledahan tersebut terkait dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Bank Indonesia.

“Benar, pada Senin malam, 16 Desember 2024, Bank Indonesia menerima kedatangan KPK di kantor pusat kami. Kedatangan ini bertujuan untuk melengkapi proses penyidikan terkait pemanfaatan CSR yang dinilai tidak sesuai. Dalam proses ini, KPK membawa dokumen-dokumen terkait CSR,” ujar Perry dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2024).

Perry menegaskan, Bank Indonesia menghormati proses hukum yang dilakukan KPK dan berkomitmen untuk bersikap kooperatif.

“Kami mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan KPK dan telah memberikan keterangan dari pejabat kami serta menyerahkan dokumen yang diperlukan,” katanya.

Perry menjelaskan, program CSR Bank Indonesia telah dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Australia Terbuka: Ranking 877 Dunia, Simona Halep Dapat Wilcard Bertarung dari Kualifikasi

Dana CSR dialokasikan melalui mekanisme yang ditetapkan dalam rapat tahunan Dewan Gubernur BI dan diarahkan pada tiga pilar utama:

1. Bidang Pendidikan

Termasuk pemberian beasiswa kepada sekitar 11.000 penerima setiap tahunnya.

2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Meliputi program-program untuk mendukung UMKM dan sektor lainnya.

3. Program Ibadah Sosial

Melibatkan kegiatan sosial dan keagamaan yang terukur.

“Setiap yayasan yang menerima dana CSR wajib melaporkan hasil dan pertanggungjawabannya kepada Bank Indonesia melalui satuan kerja di kantor pusat maupun perwakilan di daerah,” jelas Perry.

Menanggapi pertanyaan mengenai dampak penggeledahan terhadap pasar, Perry mengakui, pemberitaan semacam ini dapat mempengaruhi pasar, termasuk nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pamer Jet Pribadi Baru dengan Ikon 'Siu', Harganya Sentuh Rp1,175 Triliun

Namun, ia memastikan Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas perekonomian.

“Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai langkah, termasuk intervensi di pasar valuta asing, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, serta sistem rangkaian penyampaian informasi (SRPI),” tambahnya.

Perry menutup dengan menyatakan bahwa Bank Indonesia akan terus mendukung upaya penegakan hukum dan memastikan pelaksanaan program-programnya tetap berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.