Akurat

Polisi Temukan Faktor Kombinasi dari Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang

Rizky Dewantara | 16 November 2024, 21:12 WIB
Polisi Temukan Faktor Kombinasi dari Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang

AKURAT.CO Korlantas Polri menemukan adanya kombinasi berbagai faktor yang saling berkaitan dari kecelakaan beruntun di KM 92 Ruas Tol Cipularang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap truk yang terlibat, kecelakaan tersebut terjadi di jalur menurun yang panjang dengan berbagai faktor yang mempengaruhi. Di antaranya faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan sekitar.

"Kecelakaan ini adalah kombinasi dari berbagai faktor. Pengemudi mungkin tidak sepenuhnya memahami kontur jalan, kendaraan ditemukan melanggar, kondisi jalan yang licin karena hujan, serta adanya perbaikan jalan," kata Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Korlantas Polri, Kombes Pol. Aries Syahbudin, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip Antara, Sabtu (16/11/2024).

Baca Juga: Polisi Temukan Bekas Rem Truk Trailer yang Alami Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang

Saat ini, pihak Korlantas Polri bersama Polda Jawa Barat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dengan menggunakan peralatan canggih untuk menganalisa kejadian tersebut.

Selain itu, tim gabungan juga telah memotret tempat kejadian perkara, dan akan membuat animasi untuk menggambarkan secara detail bagaimana kecelakaan itu terjadi.

Kombes Pol. Aries mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam analisis kecelakaan serta meningkatkan keselamatan lalu lintas di masa mendatang. Dirinya juga mengimbau agar pengemudi yang melewati jalur tersebut lebih berhati-hati, terutama pada titik kecelakaan yang berada di jalan turunan panjang.

"Kami imbau pengemudi untuk menggunakan engine brake atau gigi rendah saat melintasi jalanan turunan. Fungsi pengereman yang dilakukan oleh mesin, bukan oleh rem service, akan lebih efektif dan mengurangi risiko overheat pada rem yang dapat menurunkan fungsi pengereman itu sendiri," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.