Akurat

Menteri HAM Natalius Pigai Punya 200 Program, Butuh Biaya Rp8 Triliun per Program

Paskalis Rubedanto | 31 Oktober 2024, 18:57 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai Punya 200 Program, Butuh Biaya Rp8 Triliun per Program

AKURAT.CO Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan ratusan program HAM dengan anggaran besar, dalam rapat perdana bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2024).

Pigai berkomitmen untuk membumikan HAM di seluruh Indonesia, dengan program yang menyentuh langsung individu masyarakat.

Ia menyebut akan membentuk puluhan ribu kelompok dan ribuan tim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk rencana pembangunan kantor wilayah HAM.

“Program ini menyentuh langsung 280 juta orang, merubah mindset. Karena itulah, saya targetkan 83 ribu kelompok dan sudah bentuk 1.007 tim di lapangan yang siap bekerja,” ungkap Pigai.

Baca Juga: Menteri HAM Natalius Pigai Enggak Punya Program 100 Hari Pertama

Ia menambahkan, anggaran sekitar Rp8,3 triliun akan dialokasikan untuk program kelompok dan tim tersebut.

"Dari 83 ribu kelompok yang basisnya di pedesaan, satu kelompok kita alokasikan Rp100 juta, maka totalnya Rp8,3 triliun untuk sosialisasi masyarakat di tingkat lokal," bebernya.

Pigai menyebutkan, untuk mencapai target Rp20 triliun, pihaknya telah merancang lebih dari 200 program yang masih belum diungkap secara rinci.

"Satu program saja sudah Rp8,3 triliun, jadi Rp20 triliun itu akan cukup dengan 200 program yang kami rancang," tegas Pigai.

Menanggapi ambisi Pigai, mantan Menteri Hukum dan HAM sekaligus Anggota Komisi XIII DPR, Yasonna Laoly, memberikan nasihat.

Yasonna mengapresiasi semangat Pigai dalam memperjuangkan HAM, namun menilai bahwa semangat harus diimbangi dengan pendekatan yang realistis.

Baca Juga: Dari Tukang Parkir hingga Menteri HAM: Natalius Pigai Ungkap Perjalanan Kariernya di Hadapan DPR

“Saya menghargai semangat Pak Menteri yang sejak awal konsisten memperjuangkan HAM, dan kami apresiasi itu,” ujar Yasonna.

“Tetapi, semangat saja tidak cukup, Pak Menteri. Kita juga harus mempertimbangkan pengalaman dan realitas lapangan,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.