Pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar, menilai, pasangan Toha-Rohman menunjukkan kelemahan intelektual, moral, sosial dan spiritual.
"Faktor ini bermuara dengan lemahnya dukungan elektoral serta rendahnya tingkat elektabilitas. Sehingga tak ragu menabrak aturan dengan melakukan dugaan praktek money politic," kata Bagindo, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Di sisi lain, rivalnya terlihat stabil, solid dan signifikan dalam peningkatan elektabilitas serta dukungan elektoral dari berbagai kelompok di Bumi Serasan Sekate.
Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (Fordes) itu mengingatkan agar Bawaslu bersama Gakkumdu Muba jangan ragu-ragu dan sigap untuk bertindak.
"Inilah bila diragukan derajat kapabilitas, pengalaman dan kompetensi sang paslon. Tentu saja Bawaslu dituntut harus cermat juga tanggap dalam pengawasan," ujar Bagindo.
Adapun, laporan yang akan digarap tersebut salah satunya terkait video viral bagi-bagi uang yang dilakukan tim pemenangan pasangan Toha-Rohman.
"Proses klarifikasi di Gakkumdu dimulai, dengan didampingi dari jajaran Polri dan Kejaksaan," kata Ketua Bawaslu Muba, Beri Pirmansyah, pada Jumat (18/10/2024).
Lanjut Beri, dalam proses klarifikasi akan menghadirkan pihak saksi dan pelapor.
"Nanti kita lihat dari hasil klarifikasi. Apakah cukup bukti untuk dijatuhkan sanksi atau tidak," katanya.