Pengelola Diskotek di Tamansari Soal Remaja Wanita Tewas: Mereka Datang Sudah Mabuk

AKURAT.CO Pengelola Kelab malam Hawaii di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat menyebut kondisi remaja perempuan yang tewas pada Jumat (11/10/2024) lalu sudah dalam keadaan mabuk dan lebih dulu menenggak minuman keras (Miras) dari luar.
Manager Hawaii, Kuwadi, menjelaskan kronologi kematian IA usai berkunjung ke lokasi usaha yang dikelolanya. Mulanya, korban datang bersama seorang teman perempuan berinisial SO.
"Mereka datang dalam keadaan mabuk dan di dalam diskotek sudah ada teman laki-laki mereka yang menunggu," kata Kuwadi saat dikonfirmasi, Senin (14/10/2024).
Berdasarkan informasi dari petugas keamanan Hawaii, IA dan SO baru selesai dari tempat mereka bekerja di kawasan Jakarta Barat tak jauh dari Hawaii untuk bertemu dengan teman pria.
Baca Juga: Remaja Wanita Tewas Usai Party di Klub Malam Tamansari, Polisi Lakukan Penyelidikan
"Slang satu jam kemudian atau pukul 04.00, satu orang di antara kedua perempuan tersebut berteriak dan meronta-ronta setelah minum miras yang dibawa dari luar," ujarnya
Dibantu petugas keamanan atas nama Boy, korban IA dibawa ke klinik Medika yang tak jauh dari lokasi kelab malam Hawaii. Kemudian, petugas keamanan mengantar sampai ke klinik Sentra Medika, selebihnya penanganan medis korban diserahkan kepada petugas kesehatan.
"Selanjutnya dari Klinik Medika, korban dirujuk ke RS Husada Mangga Besar tanpa sepengetahuan kami, dan rupanya meninggal dunia saat perjalananan," pungkasnya.
Diketahui, Kepolisian Sektor Taman Sari masih menyelidiki tewasnya seorang perempuan berinisial IA (17) di sebuah tempat hiburan malam, di Jakarta Barat, Jumat (11/10/2024) dini hari. IA tewas dalam kondisi mulut berbusa usai mengonsumsi miras.
"(CCTV) masih kami perdalam," ujar Kapolsek Taman Sari, Kompol Adhi Wananda kepada wartawan, Senin (14/10/2024).
Adhi mengaku, mendapatkan informasi korban meninggal dunia dari Rumah Sakit Husada. Petugas kemudian bergegas ke lokasi dan langsung memeriksa dua saksi yang merupakan teman korban.
Mereka adalah SO dan SM yang merupakan teman dan saudara korban berinisial IA. Dua saksi tersebut menerangkan sempat berkunjung ke kelab malam.
"(Korban) sudah tidak sadarkan diri kemudian dibawa ke Klinik Medika dulu habis itu RS Husada," imbuhnya.
Hingga kini, pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban dan berencana melakukan autopsi. Namun proses autopsi akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari keluarga korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







