Umar Kei Bantah Tudingan Pengeroyokan Staf Khusus Kadin, Bawa Bukti Video ke Polda

AKURAT.CO Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei, mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait laporan dugaan pengeroyokan terhadap Arif Rahman, Staf Khusus Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid.
Umar Kei tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.02 WIB, mengenakan kemeja hitam dan kacamata, serta didampingi oleh kuasa hukumnya, Abdul Fatah Pasolo, bersama beberapa perwakilan ormas.
"Saya hadir hari ini berdasarkan undangan klarifikasi dari pihak Polda, khususnya dari resmob tim unit 4. Namun, saya belum tahu secara pasti apa yang akan ditanyakan terkait undangan ini," ungkap Umar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.
Baca Juga: Pandu Anak Kenali Bakatnya Bisa Jadi Senjatanya Melalui Tantangan Hidup
Umar dengan tegas membantah tuduhan pemukulan dan penganiayaan yang dilaporkan oleh Arif. Ia bahkan membawa bukti berupa video untuk mendukung bantahannya.
"Saya membawa surat kuasa dan video sebagai bukti. Saat insiden terjadi, saya berada di Gedung Kadin, bukan berdasarkan rekaman CCTV, tapi video langsung dari perangkat saya sendiri, kebetulan ada anak buah yang ikut merekam," jelasnya.
Sebagai informasi, Arif Rahman melaporkan dugaan pengeroyokan yang ia alami di Polda Metro Jaya pada Selasa (18/9/2024) malam.
Insiden tersebut diduga terjadi saat Arif melakukan upaya mediasi terkait pembebasan Kantor Kadin di Lantai 3, Menara Kadin, Jakarta, pada Senin (16/9/2024).
Baca Juga: Ridwan Kamil-Suswono Bakal Hadirkan Program Dokter Keliling hingga Sekolah Sahabat Lansia
"Saya melaporkan pengeroyokan yang dilakukan Umar Kei terhadap saya di Menara Kadin," kata Arif kepada media pada Selasa (17/9/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










