Akurat

Ada 7 Bom di SMAN 72 Jakarta, Polda Metro Jaya: Hanya 4 yang Meledak

Rizky Dewantara | 11 November 2025, 20:56 WIB
Ada 7 Bom di SMAN 72 Jakarta, Polda Metro Jaya: Hanya 4 yang Meledak

AKURAT.CO Polda Metro Jaya mencatat, ada tujuh bom yang disiapkan terduga pelaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH) di SMAN 72 Jakarta. Namun, hanya empat bom yang meledak di masjid lingkungan sekolah, pada Jumat (7/11/2025).

"Jadi dari tujuh, empat yang meledak, tiga yang masih aktif dan sudah kita kembalikan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya," kata Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, saat konferensi pers di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (11/11/2025). 

Henik menjelaskan, dari langkah-langkah tersebut pihaknya mendapatkan ada dua tempat kejadian perkara (TKP) peledakan. TKP pertama di masjid lingkungan SMAN 72 Jakarta, dan kedua di bank sampah dan di Taman Baca. 

Baca Juga: Kapolda: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Jarang Bergaul dan Tertarik pada Konten Kekerasan

Berdasarkan temuan tersebut, dia menganalisa bahwa terduga pelaku itu meledakkan posisi yang bersangkutan tidak di dalam masjid, karena remot ditemukan di Taman Baca dengan kondisi masih aktif untuk bom tersebut.

"Kemudian untuk di bank sampah, kami menemukan ada empat bom, dua yang sudah diledakkan dan dua yang masih aktif," jelasnya.

Dia juga menjelaskan, di TKP pertama (masjid) dua bom sudah meledak dengan aktivasi penerima (receiver) yang dikendalikan dengan remot, dan remotnya ditemukan di Taman Baca.

Baca Juga: Dark Web dan Bahayanya bagi Remaja: Pelajaran Berharga dari Kasus SMAN 72 Jakarta

"Kemudian di TKP kedua ditemukan dua bom yang dua bom sumbu bakar dengan 'chasing' (penutup) pipa 3/4 inci kondisi sudah meledak, namun tidak sempurna (low order) sehingga hanya tutupnya saja yang hancur," katanya.

Polda Metro Jaya telah melakukan sterilisasi untuk mencari bom yang masih aktif (secondary device), kemudian juga telah melakukan penjinakan bom yang masih aktif dan mengamankan bahan peledak di TKP, kemudian melakukan observasi di tempat kejadian ledakan.

"Kemudian melakukan sterilisasi ulang untuk memastikan tidak ada bom yang masih aktif yang terlewat, kemudian menyatakan TKP telah aman," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.