Akurat

KPK Terus Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api di Wilayah Medan

Oktaviani | 30 Agustus 2024, 14:40 WIB
KPK Terus Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api di Wilayah Medan

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terus mengusut dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Wilayah Medan Kementerian Perhubungan.

Sejalan dengan itu, lembaga antirasuah menjadwalkan pemeriksaan terhadap FH selaku eks Direktur Pengembangan Bisnis PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, dan MRS, Direktur HCM PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, mengatakan, para saksi dipanggil terkait perkara dugaan korupsi di lingkungan DJKA Wilayah Medan dengan tersangka Direktur PT. Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto, dan kawan-kawan.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, atas nama FH, Direktur Pengembangan Bisnis PT. Waskita Karya, Tbk (Persero). Dan MRS, Direktur HCM PT. Waskita Karya, Tbk (Persero)," kata jubir berlatar belakang penyidik itu, kepada wartawan, Jumat (30/8/2024).

Namun, Tessa belum membeberkan materi yang didalami penyidik kepada dua saksi dimaksud.
Hasilnya baru akan diumumkan pada saat pemeriksaan rampung dilaksanakan.

Sebelumnya, dalam perkara yang sama, pada Kamis (29/8/2024), penyidik KPK juga memeriksa Adi Sutrisno selaku mantan SVP Marketing PT. Waskita Karya; Ahmadi, Manager Pemasaran Building Division Dit Ops I PT. Waskita Karya; dan David Oloan Sitanggang, Direktur PT Anta Raksa.

Untuk diketahui, dugaan korupsi DJKA Kemenhub ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah. Penindakan ini dilakukan pada 11 April 2023.

Dari operasi senyap tersebut KPK kemudian menetapkan 10 tersangka.

Empat pihak diduga sebagai penyuap Direktur PT. Istana Putra Agung, Dion Renato Sugiarto (DIN); Direktur PT. Dwifarita Fajarkharisma, Muchamad Hikmat (MUH); Direktur PT. KA Manajemen Properti sampai Februari 2023, Yoseph Ibrahim (YOS); serta VP PT. KA Manajemen Properti, Parjono (PAR).

Sementara yang diduga sebagai penerima suap adalah Direktur Prasarana Perkeretaapian, Harno Trimadi (HNO); Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Tengah, Putu Sumarjaya; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BTP Jawa Tengah, Bernard Hasibuan (BEN); PPK BPKA Sulawesi Selatan, Achmad Affandi (AFF); PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian, Fadliansyah (FAD); dan PPK BTP Jawa Barat, Syntho Pirjani Hutabarat (SYN).

Baca Juga: Update! Mbak Rara Pawang Hujan Bantah Dipulangkan dari Aceh Saat Ritual di Venue Pon

KPK kembali mengumumkan dua tersangka baru dalam kasus ini pada 22 Januari 2024.

Mereka adalah Yofi Okatrisza selaku ASN di Kemenhub dan mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Medi Yanto Sipahutar.

Berdasarkan pemberitaan di sejumlah media nasional, Waskita Karya melalui unit bisnisnya Building Division menggarap proyek infrastruktur kereta api di Medan dan sekitarnya senilai Rp508 miliar.

Hal ini menyusul penandatanganan kontrak baru oleh Anak Agung Gede Sumadi sewaktu menjabat SVP Building Division dan PPK Kemenhub, Muhlis Hanggani Capah, pada Kamis (14/4/2022).
Diketahui, Sumadi pernah menjabat SVP Building Division periode 2021-2023.

Waskita Karya dipercaya untuk membangun proyek Jalur Kereta Api Lintas Medan-Binjai dan Medan-Araskabu (JLKAMB 1) senilai Rp126 miliar.

Selain itu juga kontrak pembangunan emplasemen dan bangunan Stasiun Medan Tahap II (JLKAMB 6) senilai Rp382 miliar.

Adapun, proyek stasiun ini adalah kelas besar tipe B yang terletak di perbatasan Kelurahan Kesawan (Medan Barat) dan Gang Buntu (Medan Timur).

Stasiun kereta api utama PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh yang terletak di ketinggian +22 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini melayani ribuan penumpang ke berbagai wilayah di Sumut.

Terkait hal ini, Director of Operation I Waskita Karya, I Ketut Pasek Senjaya Putra, menyebutkan, terdapat banyak tantangan dalam proyek tersebut.

Salah satunya adalah karena pekerjaan pengembangan dilakukan selama stasiun masih aktif beroperasi.

"Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan ini adalah lokasi yang sudah terbangun jalur elevated dan jalur track bawah yang aktif digunakan," ujar Pasek pada Senin (18/4/2022).

Untuk rinciannya, pembangunan JLKAMB 1 lintas Medan-Binjai dilakukan dari KM 0+000 sampai KM 1+745 (P0 - P8) dan untuk lintas Medan-Araskabu yaitu KM 0+000 sampai dengan KM 0+500.

Baca Juga: Penjaga Hutan Mangrove di Dusun Tangkolak, Perangi Abrasi hingga Tumpukan Sampah

Waskita Karya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pekerjaan persiapan, pekerjaan pendukung teknis, pekerjaan pier-pier dan pekerjaan track.

Sedangkan pembangunan JLKAMB 6 adalah pembangunan stasiun kereta api elevated.

Titik pekerjaan berada pada stasiun eksisting atau Stasiun Medan yang aktif beroperasi.

Lingkup pekerjaan Waskita Karya antara lain pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan bore pile, pile cap, pier, box gider, voided slab, struktur baja sampai mekanikal dan elektrikal.

SVP Building Division Waskita Karya, Anak Agung Gede Sumadi, menjelaskan, alat berat yang akan digunakan dalam pekerjaan ini meliputi mesin bore pile, crane juga launcher gantry membutuhkan space atau ruang bebas dalam melakukan aktifitas.

Masing-masing proyek membutuhkan waktu pengerjaan 900 hari.

"Koordinasi dengan pihak Kereta Api sangatlah diperlukan karena pekerjaan dapat dilakukan pada saat window time atau kereta api tidak dalam posisi melayani penumpang. Dalam menaikkan atau menurunkan penumpang di stasiun tersebut atau pada titik pekerjaan," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK