KPK Terus Dalami Korupsi DJKA Kemenhub
Oktaviani | 28 Agustus 2024, 07:36 WIB

AKURAT.CO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa Manager Keuangan Building Division Dit Ops I PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, Agus Heriyanto, pada Selasa (27/8/2024).
Pemeriksaan terhadap Agus Heriyanto dalam kapasitasnya sebagai saksi, terkait dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Wilayah Medan Kementerian Perhubungan.
"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, atas nama AH," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika.
Selain Agus Heriyanto, penyidik lembaga antirasuah juga memeriksa Ariyanto, Karyawan PT. Waskita Karya, Tbk (Persero), Pelaksana Paket Pekerjaan JLKAMB 1.
Namun, juru bicara berlatar belakang penyidik itu belum membeberkan materi yang didalami penyidik kepada dua saksi dimaksud. Hasilnya baru akan diumumkan pada saat pemeriksaan rampung.
Berdasarkan pemberitaan disejumlah media nasional, PT Waskita Karya melalui unit bisnisnya, Building Division menggarap proyek infrastruktur kereta api di Medan dan sekitarnya senilai Rp508 miliar.
Hal ini menyusul penandatanganan kontrak baru oleh Anak Agung Gede Sumadi sewaktu menjabat Senior Vice President Building Division dan Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) Kemenhub, Muhlis Hanggani Capah, pada Kamis (14/4/2022).
Diketahui Sumadi pernah menjabat SVP Building Division periode 2021–2023.
Waskita Karya dipercaya untuk membangun proyek Jalur Kereta Api Lintas Medan-Binjai dan Medan-Araskabu (JLKAMB 1) senilai Rp126 miliar.
Selain itu, juga kontrak pembangunan emplasemen dan bangunan Stasiun Medan Tahap II (JLKAMB 6) senilai Rp382 miliar.
Adapun proyek stasiun ini adalah kelas besar tipe B yang terletak di perbatasan Kelurahan Kesawan (Medan Barat) dan Gang Buntu (Medan Timur).
Stasiun kereta api utama PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh yang terletak di ketinggian +22 meter di atas permukaan laut ini melayani ribuan penumpang ke berbagai wilayah di Sumatra Utara.
Terkait hal ini, Director of Operation I Waskita Karya, I Ketut Pasek Senjaya Putra, menyebutkan terdapat banyak tantangan dalam proyek tersebut.
Salah satunya adalah karena pekerjaan pengembangan dilakukan selama stasiun masih aktif beroperasi.
"Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan ini adalah lokasi yang sudah terbangun jalur elevated dan jalur track bawah yang aktif digunakan," jelas Pasek, dikutip dari siaran pers, Senin (18/4/2022).
Untuk rinciannya, pembangunan JLKAMB 1 lintas Medan-Binjai dilakukan dari KM 0+000 sampai KM 1+745 (P0-P8) dan lintas Medan-Araskabu yaitu KM 0+000 sampai KM 0+500.
Waskita Karya memiliki tanggung jawab melakukan pekerjaan persiapan, pekerjaan pendukung teknis, pekerjaan pier-pier dan pekerjaan track.
Sedangkan JLKAMB 6 adalah pembangunan stasiun kereta api elevated. Titik pekerjaan berada pada stasiun eksisting atau Stasiun Medan yang aktif beroperasi.
Lingkup pekerjaan Waskita Karya antara lain pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan bore pile, pile cap, pier, box gider, voided slab, struktur baja sampai mekanikal dan elektrikal.
SVP Building Division Waskita Karya, Anak Agung Gede Sumadi, menjelaskan, alat berat yang akan digunakan dalam pekerjaan ini meliputi mesin bore pile, crane juga launcher gantry membutuhkan space atau ruang bebas dalam melakukan aktifitas.
Masing-masing proyek membutuhkan waktu pengerjaan 900 hari.
"Koordinasi dengan pihak Kereta Api sangatlah diperlukan karena pekerjaan dapat dilakukan pada saat window time atau kereta api tidak dalam posisi melayani penumpang, dalam menaikkan atau menurunkan penumpang di stasiun tersebut atau pada titik pekerjaan," kata Agung.
Dalam perkara dugaan suap di lingkungan DJKA Kemenhub, KPK total telah menjerat 14 tersangka untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
Terakhir, KPK menahan PPK Balai Teknik Perkeretaapian (PPK BTP) Semarang, Yofi Oktarisza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








