Akurat

Kondisi Kurang Sehat, Pemillik Daycare Wensen School Belum Bisa Diperiksa Lebih Lanjut

Dwana Muhfaqdilla | 2 Agustus 2024, 16:17 WIB
Kondisi Kurang Sehat, Pemillik Daycare Wensen School Belum Bisa Diperiksa Lebih Lanjut

AKURAT.CO Meita Irianty alias Tata Irianty, tersangka penganiayaan balita di daycare Wensen School Indonesia belum bisa diperiksa lebih lanjut oleh polisi. Sebab, Tata masih dalam kondisi kurang sehat.

"Hari ini tersangka dalam kondisi kurang sehat tapi keterangan awal sudah kita peroleh. Rencananya akan kita antarkan ke RS Kramatjati, belum bisa diambil keterangan (lagi)," kata Kapolres Depok, Kombes Arya Perdana kepada wartawan di kantornya, Jumat (2/8/2024).

Meski begitu, Arya tak menjelaskan lebih detail kondisi kesehatan Meita yang sedang hamil. Dia juga belum menjelaskan berapa lama tersangka akan dibantarkan.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Balita, Polisi Periksa Tiga Guru Daycare Wensen School

"Baru akan dibantarkan. Kalau pembantaran kan gini, misalnya masa penahanan 20 hari, penahanan pertama kan 20 hari. Kalau dia dibantarkannya di hari ketiga gitu ya, berarti mulai dari dibantarkannya itu sampai dengan dia kembali ke sel tahanan, penahanannya itu berhenti hitungannya. Jadi enggak mempengaruhi masa tahanan kalau dibantarkan," ungkap dia.

Meski begitu, tersangka akan dibantarkan di RS Polri Kramatjati. Sebab, rumah sakit tersebut memiliki tempat khusus bagi para tersangka yang sedang sakit.

"Karena dia ada tempat khusus bagi para tersangka yang sakit, sehingga dia tidak kemana-mana dan dijaga oleh anggota kita," tukasnya.

Diketahui, Meita Irianty alias Tata Irianty sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan balita di daycare miliknya.

Atas perbuatannya, Meita Irianty terancam dipersangkakan dengan pasal 80 Ayat 1 Jo Pasal 80 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.