Akurat

Polda Jabar Bantah Isu DPO Pembunuh Vina Cirebon Anak Polisi

Dwana Muhfaqdilla | 15 Mei 2024, 17:42 WIB
Polda Jabar Bantah Isu DPO Pembunuh Vina Cirebon Anak Polisi

AKURAT.CO Polda Jabar menegaskan komitmennya dalam menuntaskan kasus Vina, warga Cirebon, yang menjadi korban pembunuhan dan rudapaksa oleh geng motor pada Agustus 2016 lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya telah berhasil menyelesaikan penyidikan hingga bergulir di pengadilan. Dari penyelidikan tersebut, pihaknya menetapkan 11 tersangka.

Namun, yang melalui proses pengadilan hanya delapan tersangka. Adapun tiga tersangka lainnya masih dalam proses pencarian alias DPO, yakni Andi, Dani, dan Egi alias Perong.

Baca Juga: Nyaris Delapan Tahun Berlalu! Begini Ciri-ciri 3 DPO Kasus Pembunuhan Vina Cirebon yang Belum Tertangkap

"Untuk tujuh orang tersangka yang telah dewasa dengan pembunuhan terencana dan kasus perlindungan anak yaitu divonis seumur hidup. Sedangkan terhadap satu tersangka lagi yang pada saat itu masih dibawah umur telah divonis 8 tahun," kata Jules kepada wartawan di kantornya, Rabu (15/5/2024).

Polda Jabar sejauh ini telah berupaya mencari identitas asli dari tiga DPO tersebut. Sayangnya, delapan tersangka yang sudah diamankan enggan menunjukkan identitas asli dari ketiga DPO itu.

Meski begitu, pihak kepolisian masih berkomitmen untuk mencari keberadaan ketiga tersangka. Pasalnya, ketiga DPO itu masih sebatas inisial, belum bisa dipastikan apakah itu nama asli atau bukan.

"Kami baru menemukan inisial, atau kata, nama saudara Dani, saudara Andi, saudara Pegi alias Perong. Apakah itu nama asli, atau nama samaran, ini masih kami telusuri," tuturnya.

Meski begitu, dia membantah kabar yang beredar mengenai identitas ketiga DPO tersebut merupakan anak anggota kepolisian.

Baca Juga: Profil Yusuf Mahardika, Dipilih Jadi Tokoh Penting dalam Film Vina: Sebelum 7 Hari

"Jadi kami harap kalau ada berita-berita yang mengaitkan, mengatakan bahwa identitas yang bersangkutan sudah diketahui, sudah disembunyikan oleh pihak kepolisian, itu tidak benar," tegasnya.

Demi terungkapnya kasus ini, dirinya mengajak masyarakat untuk menginformasikan apabila mengetahui keberadaan ketiga DPO. Dia berjanji pihaknya akan mengungkap kasus ini seterang-terangnya.

"Kami mohon doa seluruh warga masyarakat khususnya di Jawa Barat untuk dapat mengungkap kasus ini dengan seterang-terangnya," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.