Akurat

Dukung Menkeu Bersih-bersih, Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia

Wahyu SK | 10 Februari 2026, 20:37 WIB
Dukung Menkeu Bersih-bersih, Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, disarankan tidak hanya memecat anak buahnya di Ditjen Pajak juga Ditjen Bea dan Cukai yang terlibat korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, hal itu dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek.

"Pemecatan atau sekadar penonaktifan memang positif sebagai upaya solusi jangka pendek selain untuk memastikan kinerja Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai tidak terganggu selama proses hukum berjalan. Namun, perlu ada upaya lebih jauh dan komprehensif untuk memastikan kasus korupsi tidak lagi terulang di lingkungan Kemenkeu," jelas pengamat kebijakan publik, Ade Reza Hariyadi, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, perlu ada perbaikan tata kelola birokrasi secara sistemik mengingat praktik korupsi terus berkembang, sehingga cara-cara lama tidak lagi efektif untuk pencegahan. Misalnya, dilakukan penguatan peran dan fungsi Inspektorat Kemenkeu.

"Perlu juga penguatan monev untuk memastikan ada peningkatan kinerja. Kalau untuk pelayanan, sistemnya dibuat lebih transparan, lebih mudah, bisa ditinjau masyarakat secara real time, dan hindari pembayaran secara langsung. Misalnya, melalui aplikasi atau dilakukan secara online. Dengan demikian, maka pelayanan lebih inklusif, terbuka dan terkontrol dengan baik," terangnya.

Kendati demikian, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana (Unkris) itu mengapresiasi respons positif Menkeu Purbaya atas kasus-kasus korupsi yang melibatkan bawahannya.

Baca Juga: Kena OTT KPK, Kepala KKP Madya Banjarmasin Akui Terima Suap Restitusi Pajak

Menurut Reza, hal itu sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin berbenah.

"Sekecil apa pun perbaikan yang dilakukan memang harus kita apresiasi karena menunjukkan pemerintah tidak berdiam diri. Negara memang enggak boleh kalah sama mafia pajak dan mafia impor. Soalnya, ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi kita juga harus berhitung collateral damage yang ditimbulkan karena berhubungan dengan pendapatan negara, seperti terganggunya program pemerintah," jelasnya.

Diketahui, KPK menetapkan tiga pegawai Ditjen Pajak sebagai tersangka korupsi terkait pengajuan restitusi pajak.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada Januari 2026.

Pada awal Februari 2026, KPK kembali melakukan OTT dan perkara kali ini melibatkan tiga pegawai KPP Madya Banjarmasin. KPK juga membongkar kasus dugaan suap impor yang menjerat tiga pejabat Ditjen Bea dan Cukai.

Menanggapi temuan dan penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut, Menkeu Purbaya memastikan akan bersih-bersih Kemenkeu dari praktik yang menyimpang.

Baca Juga: Mulyono Jadi Tersangka Kasus Suap Restitusi Pajak Usai OTT KPK

Ia pun memastikan akan mencopot pimpinan yang terbukti lalai mengawasi bawahan hingga terjadi pelanggaran, termasuk pejabat di Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai.

"Kalau sampai tersangka betul sampai level satu di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus sampai ke atas. Tidak bisa lagi kita bilang, 'Oh, saya tidak tahu itu di bawah saya, terlalu jauh'. Anda harus awasi itu," jelas Menkeu Purbaya, belum lama ini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK