Akurat Logo

Survei Insantara: Kiai Imam Jazuli Pimpin Elektabilitas Caketum PBNU, Gus Yahya di Posisi Ketujuh

Lufaefi | 1 Agustus 2026, 07:02 WIB
Survei Insantara: Kiai Imam Jazuli Pimpin Elektabilitas Caketum PBNU, Gus Yahya di Posisi Ketujuh
KH Imam Jazuli Cirebon (Ig @santridesign)

AKURAT.CO Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis hasil survei mengenai elektabilitas calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Survei tersebut memotret preferensi warga Nahdliyin terhadap figur calon Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 berdasarkan tingkat popularitas, rekam jejak kepemimpinan, serta aspirasi pengurus dan warga NU.

Insantara menyebut terdapat aspirasi yang cukup kuat dari kalangan pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga warga kultural NU agar Muktamar Ke-35 menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi.

Baca Juga: AS Hikam: Muktamar Ke-35 Harus Kembalikan NU sebagai Kekuatan Moral dan Intelektual Bangsa

Survei dilakukan pada 20–28 Juli 2026 terhadap 11.646 responden yang terdiri atas sekitar 70 persen warga NU dan 30 persen pengurus PWNU serta PCNU. Survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 3 persen.

Hasil simulasi semi terbuka menempatkan KH Imam Jazuli sebagai kandidat dengan elektabilitas tertinggi sebesar 43,1 persen. Posisi berikutnya ditempati KH Abdul Ghaffar Rozin (16,9 persen), KH Yusuf Chudlori (12,7 persen), Prof. Nasaruddin Umar (11,5 persen), KH Abdul Hakim Mahfudz (6,5 persen), KH Abdussalam Shohib (5,3 persen), KH Yahya Cholil Staquf (2,6 persen), dan KH Zulfa Mustofa (1,7 persen).

Salah satu temuan yang disoroti dalam survei tersebut adalah posisi Ketua Umum PBNU petahana, KH Yahya Cholil Staquf, yang berada di peringkat ketujuh sehingga tidak masuk lima besar elektabilitas.

Menurut Insantara, hasil tersebut menunjukkan kecenderungan responden yang lebih menginginkan hadirnya figur baru untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.

Meski demikian, lembaga tersebut menegaskan bahwa hasil survei bukan merupakan prediksi akhir hasil pemilihan Ketua Umum PBNU. Penentuan kepemimpinan tetap bergantung pada mekanisme Muktamar dan hak suara para peserta, sehingga dinamika politik organisasi masih dapat berubah hingga pelaksanaan Muktamar.

Baca Juga: Rakernas Pagar Nusa Konsolidasikan Organisasi Jelang Muktamar Ke-35 NU

Insantara menyatakan temuan survei ini lebih menggambarkan potret aspirasi warga dan pengurus NU pada saat survei dilakukan serta menunjukkan bahwa kontestasi menuju Muktamar Ke-35 diperkirakan berlangsung kompetitif dengan munculnya sejumlah figur baru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi